Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kurtubi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bagikan

MATARAM – Anggota Komisi VII DPR RI Dr.H Kurtubi, S.E, MSp, MScA� menggelar reses di Kota Bima. Selain menyerap aspirasi, dia juga meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Monggonao, Kec. Mpunda yang dikerjakan oleh Badan Geologi dengan dana yang bersumber dari APBN 2016.

Acara tersebut dihadiri camat dan sekcam Mpunda, sekda Kota Bima, pejabat Dinas Pertambangan Kota Bima, Badan Geologi Pusat dan beberapa orang dari PLN dan PU Kota Bima beserta masyarakat Mpunda. Dalam kesempatan itu politisi Partai Nasdem itu mendorong Pemprov NTB mempercepat program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke elpiji di Pulau Sumbawa.

a�?Sebagai anggota DPR RI, kami memiliki hak budgeting yang salah satunya adalah menyetujui APBN untuk bantuan sumur bor,a�? ujar Kurtubi belum lama ini.

Politisi NasDem juga menjelaskan langkahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satunya memperjuangkan program konversi BBM ke elpiji di Pulau Sumbawa yang hingga kini belum terlaksana. Dia menilai konversiA� itu sangat penting dilakukan sebagai upaya mempermudah masyarakat.Terlebih, kata Kurtubi, konversi itu membantuA� perekonomian masyarakat lantaran lebih hemat dari penggunaan BBM.

“Meskipun saya di Komisi VII, tapi berkomitmen memperjuangkan aspirasi rakyat NTB termasuk menyangkut perekonomian rakyat,” ujar Kurtubi.
Kurtubi tidak saja menyoroti konversi BBM ke elpiji, tapi juga soal ketersediaan listrik di Pulau Sumbawa. Masyarakat mengeluhkan keberadaan PLTD di Monggonao yang dinilai mencemari lingkungan, baik pencemaran suara (bising), udara (asap), bahkan solarnya yang diduga mencemari tanah dan air sumur warga.A�Warga pun mendorong Kurtubi untuk mengusulkan relokasi PLTD tersebut.

Menyikapi hal itu, tokoh yang juga dikenal sebagai pengamat perminyakan itu akan berupaya memperjuangkannya. Hanya saja menurut dia, daripada merelokasi PLTD, lebih baik dengan mengoptimalkan PLTU Bonto yang sudah mangkrak lima tahun lalu. “Daripada relokasi yang dapat memicu persoalan baru,” papar dia.

Selain itu, dia juga menerima aspirasi terkait pentingnya perluasanA� landasan pacu di Bandara Muhammad Salahudin di Bima. Juga menyangkutA� pendangkalan sedimen di Pelabuhan di Bima. Pendangkalan itu berdampak pada turunnya kinerja pelabuhan yang dulu bisa bongkar muat hingga 18.000 ton kini tinggal 6.000 ton/ hari.

Pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan persoalan itu kepada menteri terkait baik secara lisan maupun surat. Kurtubi menegaskan semua permasalahan itu harus segera dituntaskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bima. (tan/*/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka