Ketik disini

Tanjung

Pemotongan DAK Ancam Pembangunan Daerah

Bagikan

TANJUNG – Beredar informasi jika Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dipotong 65 persen. Jika benar, diprediksi akan sangat berdampak terhadap sejumlah rencana pembangunan daerah. Hal ini diungkapkan oleh anggota Banggar DPRD Lombok Utara Zarkasi. “Apalagi, saat ini Lombok Utara tengah menggeliatkan pembangunan,” ungkapnya, kemarin (7/11).

Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah benar ada pemotongan DAK. a�?Sampai saat ini kami juga belum mendapatkan dokumen KUA-PPAS APBD 2017 dari eksekutif, jadi belum tahu apa benar ada pemotongan,a�? katanya.

Kalau mengacu ke pendapatan DAK pada tahun 2016, Lombok Utara mendapatkan dana sebesar Rp 248 miliar lebih dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 369 miliar. Kemudian jika dihitung maka pemotongan DAK tahun 2017 akan mencapai Rp 161 miliar lebih.

Jadi DAK yang ditransfer ke kas daerah hanya sebesar Rp 87 miliar lebih. a�?Anggaran kecil ini mau bangun apa, walaupun DAK ini sudah sesuai juklak dan juknisnya,a�? tandasnya.

Dengan pemotongan ini, menurutnya pemerintah daerah tidak bisa hanya mengharapkan anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja. Terlebih pada tahun 2016, PAD yang baru terealisasi sekitar Rp 90 miliar tersebut. Begitu juga anggaran yang bersumber dari Dana Isentif Daerah (DID) yang diransfer pusat tahun lalu sebesar Rp 34,6 miliar. Tahun ini DID berkurang menjadi Rp 30,6 miliar.

Terkait pemotongan anggaran, menurutnya bisa jadi didasari dengan pengelolaan keuangan tahun ini yang masih rendah. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pemerintah daerah dalam hal ini bupati harus bisa mengelobi pusat. Supaya pemotongan DAK tidak terlalu besar.(puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka