Ketik disini

Headline Praya

Provinsi Diharapkan Gaji Guru Honorer

Bagikan

PRAYAA�– Selepas pengambil alihan bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) olehA� provinsi, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berharap, gaji guru honorer ikut diperhatikan.

Karena selama ini, keberadaan mereka cukup memperihatinkan, gajinya dibebankan kepada sekolah, tidak seberapa nilainya.

a�?Memang nama-nama mereka tidak kita kirim ke provinsi. Tapi, paling tidak ada kebijakan lain,a�? kata Kabid Dikmen Dinas Dikpora Loteng Lalu Muliawan, kemarin(7/11).

Selama ini, kata Muliawan gaji mereka diambil dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana partisipasi masyarakat. Pemkab pun tidak mampu membiayayai mereka, karena terbentur anggaran dan aturan. Di satu sisi, jumlah mereka di Gumi Tatas Tuhu Trasna cukup banyak.

Atas dasar itu juga, lanjutnya Pemkab hanya mengirim data identitas guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja ke provinsi.

Sedangkan, guru honorer terpaksa mengendap di data sekolah. Kendati demikian, pihaknya berharap provinsi memiliki kebijakan lain, menyangkut keberadaan mereka. a�?Entah bagaimana caranya,a�? kata Muliawan.

wSelain data guru, pihaknya juga telah mengirim data kelembagaan SMK/SMA negeri maupun swasta di seluruh Loteng. Totalnya, mencapai 112 lembaga pendidikan.

59 diantaranya tingkat SMK negeri maupun swasta dan 53 SMA negeri maupun swasta. a�?Per Januari 2017 mendatang, gaji guru, pengawas dan tenaga administrasi yang berstatus PNS, diambil alih provinsi,a�? ujarnya. a�?Sekali lagi, kami berharap guru honorer juga begitu,a�? tekan Muliawan.

Jika ada keputusan dari provinsi, maka pihaknya dengan cepat akan mengumpulkan data guru honorer yang dimaksud. Sebaliknya, jika tidak ada, maka kondisi mereka tetap seperti biasa. a�?Kita berdoa bersama, mudah-mudahan anggaran provinsi besar,a�? harapnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka