Ketik disini

Kriminal

Suami Main Serong, NS Lapor Polisi

Bagikan

MATARAMA�– Hati NS, 30 tahun, hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak, wanita yang berprofesi sebagai chef (juru masak) di sebuah hotel di Kota Mataram ini melihat suaminya, yakni PA main serong. Tidak saja dengan satu wanita, melainkan tiga sekaligus.

Kepada penyidik Subdit II Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, NS menceritakan awal mula dia mengetahui suaminya selingkuh. Ketika itu, dia baru saja pulang kerja dan tiba di kamar kos. Sesampainya di dalam kamar, dia menemukan sebuah handphone (HP) yang diduga milik suaminya.

Karena penasaran, NS lantas mencari tahu apa isi handphone. Namun betapa terkejutnya NS melihat isi HP tersebut di luar perkiraannya. Yakni memuat konten gambar dan video asusila yang dilakukan suaminya dengan wanita lain.

a�?Bukan cuma satu, tapi ada tiga wanita,a�? kata NS kepada penyidik.

Yang membuat ia lebih marah lagi adalah, salah satu wanita yang diduga selingkuhan suaminya, melakukan penghinaan terhadap dirinya. Kata-kata hinaan dilontarkan wanita yang juga ada di dalam video, melalui pesan singkat, dan ditujukan kepada NS.

Melihat kondisi tersebut, NS memutuskan untuk melapor ke Polda NTB. a�?Sudah masuk laporannya, sedang kita telaah,a�? kata Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie, kemarin (7/11).

Menurut Darsono, laporan NS memang masuk ranah pidana Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena direkam melalui handphone dan sempat terjadi perpindahan file, maka bisa disangkakan Pasal 27 Ayat 1 dan 3.

a�?Ada juga unsur penghinaan yang ditujukan kepada NS, melalui pesan singkat,a�? katanya.

Lebih lanjut, kata Darsono, meski video dan gambar asusila di dalam handphone tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka, tetap mengandung unsur pelanggaran pidana. Sebab berpotensi membuat rusak rumah tangga seseorang. a�?Iya itu direkam dan dikirim ke handphone lain juga. Meski saling suka, tapi tidak perlu sampai seperti itu,a�? ujar dia.

Karena itu, Darsono berharap masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi. Hindari hal-hal dengan konten yang berpotensi melanggar pidana, seperti pornografi dan pornoaksi.

a�?Penggunaan teknologi dan media sosial harus dewasa dan bijak,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka