Ketik disini

Giri Menang

Terkena Kulit, Rasanya seperti Terbakar

Bagikan

Di Teluk Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, segala jenis ikan hampir ada. Namun ada salah satu jenis ikan yang dihindari betul oleh nelayan di sana. Namanya Ikan Lepuq Api.

***

JARING ikan, tergantung rapi di sebuah bambu yang terpaku di antara dua buah pohon. Di depan jaring, nampak seorang laki-laki paruh baya berdiri, seperti sedang memperbaiki jaring.

Lelaki tersebut bernama Abdul Sakur. Salah seorang nelayan tradisional di Teluk Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.

Setelah koran ini mendekat, rupanya Abdul tidak sedang memperbaiki jaring, melainkan tengah mengeluarkan ikan yang terperangkap di jaringnya. Secara perlahan dan sangat hati-hati.

Beberapa ikan, dari berukuran sebesar jari hingga dua kali telapak tangan orang dewasa, terlihat di sela-sela jaring ikannya. “Segini sudah lumayan,a�? kata dia sambil menunjukkan jumlah ikan tangkapannya yang tak lebih dari 30 puluh ekor.

Tak hanya ikan, beberapa kepiting hari itu berhasil terperangkap di jaring miliknya. a�?Ini dapat ikan merah, lepuq batu, lepuq api juga,a�? rincinya.

Satu persatu hasil tangkapannya, kemudian ia keluarkan dari jaring. Setelah itu, dikumpulkan di sebuah ember yang telah diisi air. Untuk selanjutnya akan dibersihkan sisik dan isi perutnya.

Sembari membersihkan ikan, Abdul bercerita tentang kayanya hasil laut di Teluk Sepi. Kata Abdul, semua jenis ikan di bawah laut Teluk Sepi, bisa dikonsumsi. Sekali pun ikan tersebut berbahaya jika bersentuhan dengan kulit manusia.

Misalnya saja ikan Lepuq Api. Kata api di ikan tersebut, kata Abdul, ada sebabnya. Di ikan Lepuq Api, di salah satu siripnya, terdapat semacam duri. Ukurannya kecil, mungkin jika diukur menggunakan penggaris, panjangnya kurang dari setengah centimeter.

Namun, jangan sekali-sekali untuk mencoba memegang bagian tersebut. Apalagi sampai tertusuk. Sagian tubuh yang terkena duri, akan terasa panas. Seperti terbakar api.

Tak tanggung-tanggung, rasa terbakar bisa terasa hingga satu minggu lamanya. Selain itu, tubuh pun dibuat A�kaku. Tidak bisa digerakkan.

“Mungkin ada racunnya di duri itu. Nah kalau itu (ikan Lepuq Api) sudah nyangkut di jaring, saya gak berani pegang langsung pakai tangan kosong, harus ada perantaranya,” ujarnya.

“Kalau kena pas di laut, pas sedang cari ikan, itu yang paling bahaya. Karena kita bisa saja tenggelam akibat badan kaku tidak bisa bergerak,” sambung Abdul sembari membelah ikan.

Abdul mengungkapkan, sengatan dari ikan Lepuq Api, pernah dirasakannya. Karena itu, ia sangat berhati-hati ketika berenang atau menjerat ikan di Teluk Sepi.

Bahayanya ikan Lepuq Api, berbanding terbalik dengan rasanya. Meski terdapat duri yang kemungkinan mengandung racun, namun daging ikan ini, sangat nikmat jika dikonsumsi.

Ikan Lepuq Api, lanjutnya, banyak dicari orang karena rasa dagingnya yang enak ketika di masak. “Wisatawan yang datang ke sini (Teluk Sepi), banyak yang minta untuk dicarikan ikan ini (Lepuq Api). Kalau ada biasanya langsung dibakar, rasanya mantap betul,” tuturnya.

Ditanya ikan apa saja yang ada di Teluk Sepi? Abdul menjawab cepat. “Jenisnya banyak, tapi saya tidak tahu semua namanya,a�? ujarnya.

a�?Di sini ada ikan pari juga mas,a�? kata Junaidi, seorang nelayan lainnya, menimpali pernyataan dari Abdul.

Hanya saja, lanjut dia, ikan pari di Teluk Sepi, tidak sebesar pari yang ada di laut dalam. Dengan kedalaman hanya sekitar 10 hingga 20 meter, ikan pari di laut ini hanya sebesar kurang dari setengah meter.

“Pari pinggir kalau istilah nelayan sini, ikannya memang kecil. Biasa kita temui di kedalaman sekitar 10 meter,a�? ujar Junaidi.

Selain pari, Teluk Sepi terkenal dengan lobster. Meski tidak ada keramba yang dibuat khusus nelayan untuk budidaya lobster, tetapi Teluk Sepi dapat menghasilkan lobster dengan ukuran jumbo.

“Di sini bukan lobster yang kecil-kecil, tapi sudah besar semua,a�? tandas pria asli Lombok Tengah ini. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang./r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka