Ketik disini

Giri Menang

Keberadaan Penyu Semakin Mengkhawatikan

Bagikan

GIRI MENANGA�– Sebagai salah satu binatang langka di Indonesia,A� keberadaan penyu kini dilindungi oleh undang-undang. Upaya pelestrian terus dilakukan pemerintah, menyusul keberadaannya yang semakin mengkhawatirkan.

Di Lombok Barat sebagai upaya pelestarian, Pemkab Lobar melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) akan menjadikan sejumlah kawasan pantai di Lobar, menjadi kawasan konservasi penyu.

Beberapa pesisir pantai dinilai potensial untuk mengembangkan kawasan ekosistem esensial penyu di Indonesia. Seperti Pantai Batu Layar, Labuapi, Gerung, Lembar, dan Sekotong.

Kepala BLH Lobar Lalu Edy Sadikin saat membuka acara rapat penentuan lokasi penangkaran penyu di kantor BLH Lobar, kemarin (8/11) mengatakan, salah satu kendala pelestarian penyu karena masyarakat belum terlalu paham. Mereka tidak tahu kalau keberadaan penyu sudah dilindungi oleh undang-undang.

Masih banyak ditemui pembantaian penyu. Bahkan, tidak sedikit yang memperdagangkannya. Terutama di daerah Sekotong. “Ini salah satu kesulitan di lapangan. Kami terus berikan sosialisasi ke masyarakat,a�? ujarnya.

Di Lobar sendiri terdapat tiga jenis penyu dari enam jenis yang ada di Indonesia. Yakni, penyu hijau, penyus sisik, dan penyu lekang. Edy mengatakan, jika tidak segera dikonservasi, binatang purbakala itu semakin menipis hingga akhirnya punah. A�a�?Saya harap kawasan ekosistem esensial ini menjadi solusi,a�? katanya.

Konservasi penyu juga bisa menjadi salah satu program unggulan pembangunan di Lobar. Karena bisa menjadi daya tarik wisatawan datang berkunjung ke Lobar. a�?Konservasi ini punya nilai strategis untuk pengembangan sektor pariwisata,a�? tandas Edy. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka