Ketik disini

Sportivo

Perbaikan Sarana Olahraga Mendesak

Bagikan

MATARAMA�– Sarana olahraga untuk mencetak atlet berkualitas sudah banyak yang rusak. Seperti terlihat pada sport hall GOR 17 Desember Turida dan Lapangan Atletik Lawata.

Pantauan Koran ini, atap sport hall GOR 17 Desember bocor. Lintasan sintetis untuk cabor atletik juga kembali sobek.

Sementara, di Lapangan Lawata, lintasan lari ditumbuhi rumput liar. Drainase tersumbat sehingga menyebabkan banjir. Pasir untuk lompat jauh sudah tidak gembur lagi, dan lantai tolak peluru sudah berlubang.

Kepala Balai Pengelola Prasarana dan Sarana Pemuda dan Olahraga (BPPSPO) NTB L Fatanah berjanji pihaknya akan melakukan perbaikan. Namun perbaikan dilakukan secara bertahap. a�?Karena itu tanggung jawab kami,a�? kata Fatanah, belum lama ini.

Untuk memperbaiki sarana olahraga itu, BPPSPO mengajukan anggaran Rp 50 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2017. a�?Kita sudah usulkan beberapa item untuk perbaikan. Baik itu lapangan Lawata, GOR Turida,a�? jelasnya.

Untuk GOR 17 Desember, akan ditambah tembok keliling, terutama di bagian belakang. a�?Coba lihat kondisi GOR, di belakangnya banyak semak-semak,a�? ujarnya.

Dia berharap, usulan itu disetujui pemerintah agar perbaikan sarana olahraga di NTB bisa dilaksanakan. a�?Sarana pendukung juga jadi kebutuhan vital untuk memajukan olahraga,a�? tegasnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB HMS Kasdiono mendukung BPPSPO. Mantan ketua KONI NTB ini pun siap memperjuangkan di dewan agar anggaran tersebut bisa masuk dalam APBD 2017. a�?Saya siap mendukung mereka di DPR,a�? jelasnya.

Kasdiono mengungkapkan, sarana dan prasarana olahraga harus diperbaiki. Karena, jika sarana dan prasarana itu rusak akan mengganggu proses pembinaan atlet. A�a�?Sarana ini yang harus fokus diperbaiki,a�? ungkapnya.

Dia berharap, semua pihak yang bertekad memajukan olahraga di NTB bisa saling merangkul. Baik dari pemerintah, stakeholder, dan para pembina olahraga. a�?Mari sama-sama kita majukan olahraga,a�? ajaknya.

Terpisah, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, membangun olahraga harus dari hati. Tanpa ada kemauan yang besar, prestasi olahraga NTB tidak akan pernah meningkat. a�?Percuma membangun sarana dan prasarana, tapi di dalam hatinya tidak memiliki niat,a�? bebernya. (arl/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka