Ketik disini

Metropolis

Tata Kota Kembali Tebar Ancaman

Bagikan

MATARAM – Sempat menjadi sorotan karena dianggap lamban dalam bertindak, Dinas Tata Kota Mataram akhirnya memastikan jadwal operasi penertiban pelanggar area publik. Tak tanggung-tanggung, jadwal untuk dua kali rangkaian kegiatan operasi besar langsung dirilis.

a�?Jadwalnya Selasa dan Kamis pekan depan, dua operasi berturut-turut,a�? kata Kadis Tata Kota Mataram HL Junaidi, kemarin(08/11).

Kepada Lombok Post, ia mengatakan seluruh penyerobot area publik yang sudah berkali-kali disurati memiliki waktu 7×24 jam untuk taat. Jika masih membandel, bangunan tambahan yang menyerobot area publik akan dirobohkan paksa. a�?Alat berat sudah siap,a�? ancamnya.

Tak hanya alat berat saja, pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, termasuk seluruh SKPD terkait Pemkot Mataram sudah siap begerak. Mereka tinggal menunggu perintah untuk membongkar paksa bangunan-bangunan liar yang menyerobot hak masyarakat. a�?Jumlah kekuatan kita lebih dari 100 personil,a�? ujarnya.

Jalan Sriwijaya dan Jalan Pejanggik, menjadi titik utama operasi. Di dua jalan berstatus jalan utama tersebut, para pelanggar sudah diinventarisir. Mereka lanjut Junaidi juga sudah disurati teguran pertama hingga ketiga. Sehingga tak ada lagi alasan untuk mengulur-ulur waktu.

Anggaran yang dinanti Rp 140 juta juga sudah cair. “Anggaran tersebut untuk tiga kali penertiban, yang satu sudah dua bulan lalu, makanya pekan depan dua lagi,a�? jelasnya.

Tindakan tegas itu sejak lama mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi dalam sebuah kesempatan mengatakan Pemkot Mataram memang harus menegakkan aturan. Apapun alasannya, pelanggaran menurutnya tetaplah sebuah pelanggaran.

“Kami mendukung tindakan tegas sesuai prosedur,a�? ujar politisi Golkar tersebut.

Jika telah berpegang pada aturan yang ada, ia meminta pemkot tak ragu dalam bertindak. Pada saat seperti inilah menurutnya ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan diuji. Sehingga bila terjadi pembiaran, tentu menjadi catatan buruk. a�?Kalau salah ya harus ditindak,a�? tutupnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka