Ketik disini

Selong

TP PKK Lotim Ikut Tekan Pernikahan Dini

Bagikan

SELONG – Tingginya kasus pernikahan dini di Lombok Timur (Lotim) direspon oleh Ketua TP PKK Lotim Hj Supinah Ali. Menurutnya persoalan ini tak bisa dianggap remeh dan harus ditangani serius. Untuk itu, ia A�meminta seluruh kader PKK ikut menangani. Ia juga membeberkan sejumlah program yang telah dilakukan dan yang akan disiapkan PKKA� guna menekan jumlah kasus pernikahan dini di Lombok Timur.

“Saya aja dulu nikah sama bapak (Ali BD, Red) usia 20 tahun lebih. Sedangkan bapak usianya 25 tahun. Jangan cepet-cepet nikah. Kalau perempuan jangan sampai menikah di bawah 20 tahun,” ungkapnya kepada Lombok PostA� kemarin (8/11).

Pernikahan usia dini dijelaskannya akan memiliki banyak dampak negatif. Mulai dari kematangan fisik yang belum optimal hingga kematangan mental. “Kalau nikah terlalu muda nantinya anaknya kurang gizi. Perempuan belum matang mentalnya jadi ibu rumah tangga. Suaminya juga belum bisa mikir, ” kata dia.

Diakui Hj Supinah, kebiasaan menikah di usia dini memang masih cukup tinggi di Lotim. Untuk itu PKK Lotim telah menyiapkan berbagai upaya sejak awal 2016 lalu menghadapi kasus tingginya pernikahan dini ini. ” Kami bentuk kelompok di setiap kecamatan untuk mencegah pernikahan dini dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” akunya.

Untuk memperkuat keberadaan kelompok ini, Hj Supinah didampingi Hj Ra’yal Ain, Wakil ketua TP PKK sekaligus Ketua GOW Lotim menekankan semua kader dalam kegiatan Dasa Wisma di Pendopo Bupati Lotim kemarin.

Para kader diminta tetap berperan aktif turut serta mengimbau keluarga hingga remaja di sekitar tempat tinggal mereka untuk menghindari pernikahan dini. “Kalau saya sama Pak Wabup (Haerul Warisin, Red) dulu menikah usia 25 tahun. Sedangkan beliau usianya 26 tahun. Jadi bisa dibilang semua sudah matang dari segala aspek,” kenang Hj Ra’yal Ain.

Kini, bersama-sama baik Hj Supinah maupun Hj Ra’yal Ain terus gencar menekankan kepada semua Ketua Dasa Wisma dan kader PKK untuk perang melawan pernikahan dini. Selama tiga hari, semua kader PKK di seluruh Kecamatan diminta untuk terlibat di masing-masing daerah tempat tinggalnya aktif mengkampanyekan anti pernikahan usia dini. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka