Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Untung Besar dari Atap Re

Bagikan

MATARAM – Bisnis atap yang terbuat dari anyaman bambu masih tetap menjanjikan, meski saat ini banyak diproduksi berbagai atap modern. Orang Sasak menyebut atap ini sebagai atap re. Atap re ini dapat digunakan untuk bungalow, berugak, atau bisa juga untuk atap rumah.

Mahanik merupakan salah seorang perajin atap re. Lebih kurang 20 tahun dia menjalankan bisnisnya di Jerneng, Labuapi,Lombok Barat. Kini dia memasok ribuan atap re ke sejumlah kawasan wisata di Lombok. “Perharinya saya bisa membuat 30 atap re berukuran 4 meter,” kata Mahanik kepada Lombok Post belum lama ini.

Dia membeli bambu sebagai bahan baku membuat atap dari daerah Sepi, Sekotong, Lombok Barat. Untuk 120 batang bambu dibeli seharga Rp1,5 juta.

Untuk memperlancar usahanya, dia merekrut empat orang sehingga mampu menghasilkan 1000 atap re. Terutama saat ada pesanan dalam jumlah besar. Karena, tidak jarang dia menerima pesanan hingga 1500 atap re baik ke Gili Trawangan maupun kawasan wisata Senggigi.

“Beberapa waktu lalu saya pernah mengirim ke Bali sebanyak 500 atap re,” papar dia.

Satu atap re dipatok seharga Rp20.000. Sehingga jika mendapat pesanan seesar 1500 atap, maka dia meraup uang sebesar Rp30 juta. Keuntungannya itu digunakan membayar sewa lahan Rp2 juta per tahun. Termasuk membayar pekerja serta bahan baku.

“Tapi kalau kondisi sepi, tentu harus gali lubang untuk biaya hidup,” ungkap ibu empat anak ini.

Menurutnya atap re itu banyak digunakan di kawasan wisata. Tidak jarang perhotelan menggunakan atap re untuk memperoleh kesan khas. Sebelumnya atap re ini menggunakan bahan baku jerami. Tapi, belakangan para perajin beralih menggunakan anyaman bambu.

Dia menjelaskan, sasaran pasarnya saat ini adalah sejumlah hotel. Karenanya pertumbuhan pariwisata sangat berpengaruh terhadap usahanya. Semakin banyak hotel atau bungalow, maka pesanannya akan meningkat.

Dia berharap pemerintah daerah terus menggenjot sektor pariwisata. Begitu juga dengan iklim investasi. Dengan begitu, akan berdampak pada semua aspek ekonomi termasuk usaha atap re tersebut. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka