Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Bisnis Jean’s Kian Moncer

Bagikan

MATARAM – Bisnis pembuatan pakaian berbahan jean’s  banyak ditemukan di Kota Mataram. Salah satunya dilakoni Johar. Dia membuka toko pembuatan pakaian berbahan jean’s di Jalan Pemuda, Gomong Mataram.

Sudah tiga tahun dia menjalankan bisnis pembuatan pakaian berbahan jean’s ini. Awalnya, dia memulai usaha dengan membuka bisnis gorden sejak 15 tahun lalu. Mulai tahun 2014, Johar mengembangkan bisnisnya, dengan membuka toko bahan jean’s. Tidak saja menjual bahan celana, jaket, dan baju berbahan jean’s, dia juga menyediakan empat penjahit untuk reparasi pakaian jean’s.

“Tergantung konsumen, mau membeli bahan saja silahkan, tapi kebanyakan yang langsung pesan jadi,” ujar Johar kepada Lombok Post kemarin (11/11).

Dia menjual 20 motif kain berbagai merk baik untuk bahan celana,jaket, maupun baju yang  diperoleh dari Bandung. Untuk pembuatan celana, dia mematok harga kisaran Rp180 ribu hingga Rp300 ribu. Sedangkan untuk satu buah jaket dibandrol seharga Rp300 ribu, tergantung bahan yang digunakan.

Dalam sehari, lebih kurang 10 orang datang untuk membuat pakaian. Butuh waktu lebih kurang tiga hari untuk pembuatan celana. Meski dirasakan sepi dalam tiga tahun terakhir, tapi Johar tetap memperoleh omzet yang besar yakni kisaran Rp50 juta per bulannya.

“Tapi akhir-akhir ini mulai sepi mungkin lantaran keadaan ekonomi,” tandas dia.

Tidak sekadar menunggu pembeli, dia juga aktif mempromosikan produknya ke sejumlah instansi pemerintah, sekolah, bank, dan perusahaan swasta lainnya. Tidak jarang dia memperoleh pesanan dalam jumlah besar dari instansi tersebut.

Beberapa waktu lalu, dia memperoleh pesanan 100 celana panjang  dari salah satu sekolah di Pulau Sumbawa.  Termasuk sejumlah komunitas atau organisasi yang juga memesan celana darinya. Adapun beberapa jenis bahan jean’s yang dijual seperti Naomi, Taipun, Retro, Dreal, jean’s Amerika, dan Jepang.

Salah satu keunggulan bagi pemesan jean’s adalah mendapat ukuran yang sesuai dengan ukuran tubuh. Bisa memilih langsung bahan yang diinginkan, termasuk bentuk celana yang diinginkan. “Kadang ada yang mau  model kekinian, ya kita berikan alternatif pilihan bahan. Ini banyak pilihan bahan dan warnanya sesuai selera,” ungkap dia.

Dia yakin pada 2017 mendatang bisnisnya akan berkembang pesat seiring dengan menggeliatnya ekonomi. Dia berharap kondisi perekonomian Indonesia terutama NTB tetap stabil bahkan meningkat. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka