Ketik disini

Metropolis

Masuk Parpol, Aktif Sosialisasikan PHBS

Bagikan

Mencintai bangsa bukan hanya sebatas kata-kata saja. Perlu pemahaman dan aksi nyata. Seperti yang dilakukan Vera Irsanti, alumni Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas ) RI.

***

SosoknyaA� sangat bersahaja. Selalu ramah pada siapapun yang menyapanya. Namun ia memiliki pengetahuan dan pengalaman kebangsaan yang cukup banyak.

Berbicara tentang makna kebangsaan, ia tak diragukan lagi. Ia telah mengikuti pelatihan pemantapan nilai-nilai (taplai) kebangsaan Indonesia oleh Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas ) RI.

Wanita yang akrab disapa Vera tersebut memiliki segudang pengalaman politik. Sejak 1992, ia telah masuk dalaml dunia politik. Ia masuk sebagai kader dan pengurus parpol.

Pengalamannya inilah yang membawa Vera menuju organisasi wanita yang independen. Di tahun yang sama, ia diangkat menjadi ketua DPD Pergerakan Wanita Nasional (Perwanas) NTB. Dalam organisasi ini ia bekerja sama dengan program kementerian Kesehatan RI.

Ia mulai menggalakkan program kesehatan dalam rumah tangga. Yakni Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lombok Tengah dan Mataram. Tak mudah mengajak masyarakat untuk PHBS. Terlebih lagi di tengah permasalahan warga yang cenderung lebih konsumtif.

a�?Kita galakkan program Germas atau Gerakan masyarakat hidup sehat,a�? ujarnya.

Ia menuturkan, sangat penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Terlebih lagi di tengah cuaca yang tidak menentu. Beragam penyakit dapat timbul akibat hidup dan lingkungan yang tidak sehat.

Sebagai aktivis wanita, ia berharap perempuan dapat hidup sehat, mandiri, santun, tangguh, profesional dan selalu berpikiran positif. Wanita memiliki kesetaraan dengan pria. Tak ada batas yang menghalangi wanita untuk berkarir setinggi yang mereka inginkan.

Banyaknya pengalaman Vera baik dalam politik dan kemasyarakatan membuatnya terpanggil terjun dalam Pemantapan nilai kebangsaan di Lemhanas RI. Vera menuturkan, pada 20 September 2015 lalu, ia dipanggil oleh Kepala Bakesbangpoldagri NTB saat itu.

Vera mengaku sangat senang. Tak mudah bisa mengikuti dan terpilih sebagai peserta Lemhanas. Peserta harus melewati seleksi ketat, begitupun dirinya. Ketika mengikuti taplai Lemhanas, ia menerima pendidikan tentang nilai kebangsaan yang sangat luar biasa.

a�?Selain itu saya juga mendapat teman dan keluarga yang luar biasa pula,a�? sambungnya.

Dalam taplai tersebut, ia diajarkan untuk menjadi wanita maju dan berpikiran luas. Ia dan peserta lainnya digembleng untuk menjadi pemimpin yang mandiri. Selain itu juga bagaimana menjadi pahlawan bangsa yang tak kenal lelah.

Pengalamannya selama mengikuti taplai Lemhanas dituangkannya dalam kerja nyata. Sebagai aktivis wanita, Vera tak pernah lelah menyerukan hal yang terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dalam Germas di Perwanas.

a�?Ini menjadi salah satu bentuk pengabdian saya pada masyarakat,a�? pungkasnya.

Meski begitu, wanita asal Lombok Tengah ini tak ingin berhenti belajar. Ia ingin pengabdiannya memiliki makna dalam masyarakat NTB. Bukan hanya untuk ia dan keluarga saja.

a�?Impian adalah harapan,a�? tukasnya.

Ia ingin terus menjadi sosok amanah. Ia ingin dapat bertanggung jawab pada diri dan masyarakat NTB. (FERIAL AYU, Mataram/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys