Ketik disini

Metropolis

Mandeg Tiga Bulan, Akhirnya Nyoblos

Bagikan

MATARAM – Tiga lingkungan di Kelurahan Jempong Baru, Mapak Dasan, Mapak Belatung dan Jempong Timur, akhirnya bisa menggelar pemilihan kepala lingkungan (pilkaling).

Pilkaling di tiga lingkungan tersebut sebelumnya sempat tertunda karena beberapa persoalan. Salah satunya, terkait persyaratan pendidikan minimum bagi calon kaling yang boleh ikut bertarung. Disebutkan, ada beberapa calon kaling yang diusung warga ternyata berijazah SD. Sementara, dalam aturan, syarat minimum haruslah berpendidikan SMP.

“Tapi setelah saya lakukan musyawarah dengan warga akhirnya semua sepakat, persyataran ini bisa lebih lentur,” kata Lurah Jempong Baru Muh. Yusuf.

Tiga lingkungan ini memang terkesan terlambat dalam melakukan pemilihan kaling. Bahkan, deadlock hampir kurang lebih 3 bulan. Jabatan kepala lingkungan selama itupun lowong. Untungnya, Yusuf yang dilantik sebagai Lurah Jempong Baru sekitar akhir September lalu, bisa menyelesaikan persoalan.

“Warga melihat mudaratnya (jika tidak pilkaling) bisa lebih banyak,” imbuhnya.

Ia mengaku bersyukur sebab warga Jempong Baru akhirnya bisa bersaing dengan sehat. Lebih-lebih lagi di tahun 2017 nanti, keorganisasian kepala lingkungan diharapkan bisa lebih profesional dan diisi orang-orang  yang amanah.  Sebab ini erat kaitanya dengan rencana wali kota Mataram yang akan menggelontorkan anggaran sekitar, Rp 50 juta perlingkungan.

Sebelumnya Kabag Pemerintahan I Nyoman Suandiasa menekankan, proses pelaksanaan pilkaling memang harus mengedepankan musyawarah mufakat. Pada dasarnya, pemerintah kota, tidak bisa mengintervensi terlalu dalam proses pemilihan.

Termusuk aturan dan syarat pemilihan. Sebab kewenangannya sudah dilimpahkan pada lurah dan ketua panitia pemilihan.

“Mereka (panitia) yang harus pastikan pemilihan berjalan sesuai prosedur. Namun harus mengedepankan proses musyawarah mufakat,” kata Suandiasa, beberapa waktu lalu.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dalam beberapa kesempatan menegaskan komitmennya untuk memperlebar pos anggaran untuk lingkungan. Ia sendiri melihat politik kebijakan anggaran ini sangat diperlukan. Terutama untuk mengatasi persoalan sampah yang sudah cukup krodit di Kota Mataram.

“Komitmen saya  di tahun 2017, lingkungan kita siapkan anggaran Rp 50 juta. Ini erat kaitannya dengan fokus persoalan yang ingin kami selesaikan juga yakni terkait sampah,” ujarnya.

Dengan demikian pos anggaran untuk pengelolaan dan mengurangi kuantitas sampah di tingkat hilir, bisa dimaksimalkan. Sehingga, residu yang terbuang ke tempat pembuangan akhir jumlahnya jauh lebih sedikit.

Karena itu, profesionalisme dan keorganisasian pemerintah di tingkat lingkungan harus lebih ditingkatkan lagi. Guna menghindari peran dari kepala lingkungan seperti di tahun-tahun sebelumnya yang cendrung one man one show. Namun ke depan diharapkan birokrasi pemerintahan lingkungan lah yang bergerak. Sehingga hasil programnya jauh lebih maksimal. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka