Ketik disini

Headline Selong

Pariwisata Lotim Miskin Fasilitas Pendukung

Bagikan

SELONG – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) nampaknya harus berjuang keras jika ingin memajukan sektor pariwisata. Hal ini mengingat banyak hal yang harus dibenahi dan dibangun untuk mendukung kemajuan sektor  ini. Sarana dan prasarana wisata masih relatif minim.  Misalnya saja di sejumlah gili tidak ditemukan fasilitas dasar seperti kamar mandi, transportasi,  hingga penginapan.

 “Kita akui karena banyaknya gili-gili ini peningkatan sarana dan prasarana kami menerapkan standar prioritas. Gili Kondo adalah salah satu prioritas kami untuk menerapkan wisata Bahari,” kata Kabid Obyek Daya Tarik dan Sarana Wisata Disbudpar Lotim, Ahyak Mudin.

Sayang, meski ia mengatakan Gili Kondo sebagai priorotas, tidak ada tanda-tanda bahwa potensi gili tersebut diprioritaskan.  Sarana penunjang yang ada di Gili Kondo hanya berugak tempat beristirahat. Selebihnya, yang ada di di pulau kecil nan indah ini hanya sejumlah tanaman liar yang terlihat tak terurus dan diperhatikan. Saran MCK yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan yang datang ke Gili ini bahkan tidak ada sama sekali.

“Kami memang sudah punya rencana ke depan Gili Kondo dan sekitarnya akan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan fasilitas umum yang sangat urgent seperti MCK,” akunya.

Diterangkan Ahyak, sebenarnya Gili Kondo memeiliki daya tarik yang tak dimiliki oleh sejumlah tempat wisata yang ada di daerah lain. Misalnya saja ada 24 spot untuk diving dengan delapan warna karang yang bisa dinikmati di dalamnya. “Yang paling spesifik itu ada karang meja. Ikan-ikan yang ada di spot diving di Gili Kondo juga sangat ramah. Berbeda dengan di Gili Trawangan yang sekarang ikannya sudah takut dengan para penyelam,” jelasnya.

Hanya saja, ia mengakui sentuhan ivenstor yang selama ini masih belum ada membuat pemerintah tidak bisa maksimal meningkatkan sarana dan prasarana pendukung di obyek wisata Gili ini. “Mudahan saja tahun depan kami dapat anggaran besar. Biar bisa membangun infrastruktur pendukung di gili-gili yang ada di Lotim,” ungkap Ahyak.

Terkait minimnya investor yang ada di Lombok Timur, Asisten I Pemkab Lotim Khairil Anwar memberikan penjelasan. Menurut pria yang sebelumnya menjabat Kepala Disbudpar Lotim ini, ia mengaku sebenarnya banyak investor yang menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Lotim. “Sayangnya itu semua adalah investor ‘akan’,” bebernya.

Maksud perkataan Khairil yakni, para investor ini hanya berencana saja berinvestasi di Lotim. Namun tidak ada realisasinya. “Padahal kami sudah mengeluarkan izin untuk ini dan itu asalahkan mereka mau berinvestasi. Tapi buktinya, sampai sekarang belum ada juga yang terealisasi,” bebernya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Widi juga menanggapi minimnya investor yang berminat untuk investasi. Menurutnya, para investor yang ragu berinvestasi memiliki pertimbangan bisnis tersendiri. “Sebenarnya kalau kita di pemerintah Lotim sudah sangat memudahkan para investor. Tapi kalau menurut saya ini tentu tidak lepas dari pertimbangan bisnis,” kata dia kepada Lombok Post.

Untuk itulah, ia mengaku kini BPPD Lotim bersinergi dengan Disbudpar dan semua pihak untuk terus gencar mempromosikan pariwisata Lotim. “Kami juga telah coba membangun komunikasi dengan beberapa pihak luar. Tentu kita akan terus berupaya mempromoskan pariwisata Lotim dan tidak berpangku tangan,” tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka