Ketik disini

Metropolis

Patuna Ajak Anggota Berhijrah

Bagikan

MATARAM – Perusahaan travel haji dan umrah Patuna menggelar silaturahmi akbar dengan anggotanya di Ballroom Hotel Grand Legi Mataram, kemarin (13/11).  Tujuannya, mengajak anggota Patuna berhijrah.

Artinya, seluruh anggota didorong meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pada kegiatan tersebut, Patuna mendatangkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma, dan aktivis kemanusiaan di Jalur Gaza Mustafa Nahed Abuassi.

Kepala Cabang Patuna Lombok Deliana Sari mengungkapkan, tujuan utama kegiatan itu untuk menjalin silaturahmi antar anggota Patuna. Baik anggota yang baru akan berangkat maupun alumni. ”Kita juga mengundang masyarakat umum,” terangnya.

Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk membantu program syiar yang digalakkan Peggy. Dimana, syiar tersebut sejalan dengan program Patuna. “Kita punya program kemanusiaan. Seperti kita memberikan donasi bagi warga Gaza, Palestina,” ungkapnya.

Dia berharap, semua elemen masyarakat bisa saling merangkul untuk membantu umat muslim yang sedang dilanda musibah.

Sementara inspritaor hijrah Peggy Melati Sukma mengaku sangat mengapresiasi kegiatan itu. Ia menganggap, ini momen berbagi cerita dengan masyarakat. ”Kita bisa berbagi pengalaman agar setiap insan bisa berhijrah menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kegiatan seperti ini juga bisa menjadi momentum berbagi donasi dengan masyarakat dalam menggalang dukungan kemanusiaan di negara islam.  Contohnya di Palestina. ”Patuna selalu memfasilitasi saya untuk safari dakwah di Lombok,” ungkapnya.

Peggy menerangkan, hidup ini pada hakikatnya merupakan hijrah. Artinya, sebuah perjalanan harus meninggalkan perbuatan yang buruk. ”Sebagai umat Islam kita selalu diingatkan untuk berhijrah,” imbuhnya.

Hijrah itu harus disimpan dalam jiwa. Karena, untuk berhijrah tidaklah mudah. Godaan setan pasti akan tetap menghantui. ”Hijrah itu membutuhkan perjuangan, ketabahan, dan daya upaya,” jelasnya.

Peggy menerangkan, pengalaman Nabi Muhammad SAW banyak mengajarkan umatnya untuk terus berhijrah. Dia dicaci maki, dihina, dicemooh, dilempar, dan banyak godaan yang dihadapi.

Namun, dengan tekad hijrahnya, Nabiyullah mampu mengatasinya. ”Itu cara saya berhijrah, sehingga bisa seperti saat ini,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Cirebon ini mengungkapkan, sebelum hijrah, ia pernah menjadi publik figur. Bahkan pada umur 20 tahun sudah memiliki perusahaan, karir yang mapan, dan harta yang melimpah.

Untuk mendapatkan itu semua, ia bekerja keras. Bahkan tidak pernah tidur selama lima hari. Hanya untuk menggeluti pekerjaan dan karir. Namun kesuksesan itu tidak pernah ia nikmati dan rasakan. ”Semua itu hanya fana. Kita hanya mengejar dunia yang fana ini,” ungkapnya.

Ketika itu, selama lima tahun ia mengaku tidak pernah membaca Alquran. Hatinya menjadi kosong.

Lalu ia menyadari, bahwa apa yang ia dapatkan saat ini hanyalah kefanaan.  Sehingga, ia mulai berhijrah untuk mendekatkan diri kepada Allah. ”Alhamdulillah ketetapan hati saya itu diridhai Allah SWT,” ungkapnya. (arl/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka