Ketik disini

Headline Politika

Agus: Elite Politik Jangan Manja

Bagikan

MATARAM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di NTB masih dua tahun lagi. Meski demikian, cukup banyak pula partai politik (parpol) mengembuskan nama-nama pasangan calon (paslon) yang direkomendasikan untuk diusung. Baik di Pilgub, maupun Pilkada Lobar, Lotim, dan Kota Bima. a�?Saya kira ini tahap pemetaan yang dilakukan parpol,a�? jelas pengamat politik dari IAIN Mataram Agus, kemarin (14/11).

Kenapa harus dipetakan? Karena pemilu mengharuskan calon berpasangan. Lantaran tidak bisa mencalonkan seorang diri, maka paslon sangat menentukan kemenangan pilkada yang diharapkan parpol. a�?Calon ditentukan dari tingkat elektabilitas, maka mereka (parpol) memulai pemetaan tersebut,a�? terangnya.

Meski demikian, Agus melihat pemetaan tersebut masih sangat dinamis. Artinya, bisa saja berkembang dan berubah paslon yang akan diusung. Hingga saat ini, belum ada kandidat bakal calon yang dominan tingkat elektabilitasnya. a�?Masih saling mencari-cari,a�? imbuhnya.

Pengerucutan penentuan paslon, kata dia, kemungkinan dilakukan pada awal tahun 2017. Saat ini parpol secara bebas mencoba dan melihat peluang-peluang dari paslon yang satu dengan yang lainnya.

Seperti diketahui, sejumlah parpol merekomendasikan paket paslon untuk di Pilgub dan Pilkada Lotim. Seperti PKS yang merekomendasikan paket HM Suhaili FT dengan Johan Rosihan maju di Pilgub NTB. Begitu pula PPP yang mencoba memasangkan HM Suhaili FT dengan Nurdin Ranggabarani. Di Lotim, HM Syamsul Luthfi dipasangkan dengan TGH Hazmi Hamzar.

Menyinggung paket paslon, Agus mengatakan, peluang menang dan kalah tergantung pada siapa rivalnya. Termasuk program kerja, kemampuan meyakinkan, dan visi misi yang ditawarkan pada masyarakat.

Untuk Lotim misalnya, pada pilkada 2013 lalu, asumsi masyarakat dipengaruhi oleh tokoh dari organisasi masyarakat. Namun melihat kemenangan Bupati Lotim HM Ali BD menunjukkan publik mampu mengevaluasi kandidat.

a�?Karena itu elite politik jangan terlalu manja dengan basis sosial. Melihat karakter masyarakat yang kian cerdas mengevalusi calon pemimpin,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka