Ketik disini

Kriminal

Bule Bulgaria Terancam 10 Tahun Penjara

Bagikan

MATARAM – Terdakwa kasus pencurian data nasabah (skimming) melalui mesin ATM, Yulee Stefanov menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (14/11). Dalam sidang tersebut, penasihat hukum terdakwa Ni Luh Putu Sukreni membantah sebagian isi dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Poin yang menjadi keberatan, tim penasihat hukum adalah tempat kejadian perkara (TKP) di SPBU Meninting. Di dalam dakwaan, JPU mengatakan bule asal Bulgaria inilah yang memasang alat perekam data (skimmer) di TKP tersebut.

a�?Padahal itu bukan dia yang melakukan. Saat itu dia hanya mengantarkan seseorang kesana, dan orang itu yang memasang alat skimming,a�? kata Sukreni usai sidang, kemarin (14/11).

Selain itu, mengenai skimmer yang ditemukan polisi di salah satu ATM di Gili Air, seluruhnya bukan milik kliennya. Hanya satu alat yang diakui kliennya sebagai alat miliknya, yakni sebuah kanopi yang terdapat kameranya.

a�?Cuma satu milik klien kami. Itu pun dia pasang dua kali, karena sebelumnya sempat hilang,a�? ujar dia.

Meski demikian, Sukreni tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan JPU. Mereka sepakat untuk melanjutkan sidang di pekan depan, dengan agenda saksi.

a�?Tidak ada eksepsi. Kita lihat di fakta persidangan besok. Kami yakin klien kami tidak ada niatan berbuat jahat. Dia hanya ingin mencari tahu cara kerja alat yang dibeli di situs jual beli online,a�? katanya yakin.

Sementara itu, dalam dakwaan yang dibacakan JPU Wahyudiono dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Yulee dijerat dengan Pasal 31 Ayat 1 Jo Pasal 47 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 64 KUHP Jo Pasal 53 Ayat 1 KUHP.

a�?Ancamannya paling lama sepuluh tahun penjara,a�? kata Wahyudiono.

Dia menjelaskan, pasal yang dikenakan terhadap terdakwa berdasarkan alat bukti dari penyidik. a�?Kita lihat dari alat bukti,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka