Ketik disini

Giri Menang

Dua Kecamatan Rawan Puting Beliung

Bagikan

GIRI MENANGA�– Bencana alam angin ribut mulai mengancam sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti yang baru-bari ini terjadi di wilayah Praya, Lombok Tengah. Bencana alam itu, mengakibatkan belasan pohon tumbang. Beruntung tidak sampai memakan korban jiwa atau pun korban luka.

Sebagai salah satu daerah rawan puting beliung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lobar memetakan dua kecamatan di Lobar masuk daerah rawan. Dua kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Kediri.

Selama musim hujan berlangsung, Kepala BPBD Lobar HM Najib meminta masyarakat di dua lokasi tersebut lebih waspada ketika beraktifitas di luar rumah. a�?Dua kecamatan itu memang menjadi langganan diterjang angin ribut, tahun lalu juga pernah terjadi di sana,a�? terangnya saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (14/11).

Selain karena faktor cuaca, Najib menjelaskan tingkat kerawanan angin ribut di dua tempat tersebut lebih tinggi. Disebabkan karena volume hutan di wilayah setempat sangat kurang.A� a�?Di lain sisi, rumah penduduk begitu padat,a�? katanya.

Namun sejak memasuki musim hujan September lalu, wilayah Lobar yang dianggap rawan bencana alam masih aman terkendali. Titik rawan banjir seperti Kebon Kongok juga belum terlihat ada tanda-tanda genangan air. Setelah dilakukan normalisasi saluran diwilayah tersebut.

Di pantai Sekotong dan Lembar pun demikian. Wilayah langganan banjir rob itu, dari pantauan BPBD Lobar sejauh ini situasinya masih aman. Kendati aman, pasukan tim siaga bencana, kata Najib selalu stand by.

a�?Jadi begitu ada laporan, kita siap bergerak,a�? ujarnya.

Sementara mengantisipasi angin puting beliung, BPBD Lobar kerap melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah ruas jalan. Pemangkasan ini dilakukan di sejumlah titik yang dianggap membahayakan.

Selain itu, mengantisipasi bencana alam, BPBD Lobar juga gencar melakukan sosialisasi pengurangan resiko bencana. Masyarakat di setiap desa di Lobar yang dinilai rawan bencana dibekali pengetahuan dasar tentang bencana alam.

Sosialisasi ini sudah dilakukan dua tahap. Hanya beberapa desa rawan bencana seperti Desa Guntur Macan dan Desa Suka Makmur yang belum. “Program ini masin berjalan, akan segera dituntaskan,a�? pungkas Najib. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka