Ketik disini

Headline Sportivo

Lapangan Tenis Mayura Tak Terurus

Bagikan

MATARAMA�– Beberapa sarana olahraga milik pemerintah provinsi terbengkalai. Salah satunya lapangan tenis tanah liat di Pusat Olahraga Mayura.Lapangan yang dulunya pernah menggeliat di tahun 1995 hingga 2003 itu kini dijadikan tempat parkir. Lapangan itu juga digunakan warga untuk bermainA� bola.

Pantauan Lombok Post, lapangan tersebut sudah ditumbuhi rumput liar. Sementara, kawat pembatas sudah mulai rusak.Tanahnya tak lagi rata. Podiumnya rusak, dan sebagiannya sudah dipenuhi sarang laba-laba.

Atas kondisi itu, dewan merasa prihatin. Wakil ketua Komisi V DPRD Provinsi NTB H MNS Kasdiono meminta pemerintah memperhatinkan sarana olahraga tersebut. Karena, tanpa adanya campur tangan pemerintah, perbaikan sarana olahraga tidak akan bisa terlaksana. a�?Sekarang yang menjadi pertanyaan, pemerintah serius tidak memelihara sarana olahraga,a�? ungkapnya.

Pada 2017 mendatang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi terbentuk.A� Kasdiono menegaskan, perbaikan saranan olahraga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut. Mereka harus menginventarisir aset-aset olahraga milik pemerintah.

Dispora juga harus mengevaluasi hasilnya. Selanjutnya, mereka mengambil sikap terhadap keberadaan aset itu. a�?Dispora harus memilih mana sarana olahraga yang masih bisa diperbaiki, dan mana yang harus dibongkar,a�? ungkapnya.

Dengan catatan, sambung dia, pembongkaran sarana olahraga itu harus berdasarkan pertimbangan. Jika aset itu memiliki potensi untuk pengembangan prestasi olahraga, saran Kasdiono, lebih baik dipertahankan. a�?Dispora harus mempertimbangkan itu,a�? tandasnya.

Terkait dengan lapangan tenis tanah liat Pusat Olahraga Mayura, Kasdiono menyarankan agar segera disikapi. Karena, lapangan tersebut sudah lama tak digunakan. a�?Lapangan itu harus diperhatikan. Mau dibuat apa di lapangan itu,a�? terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Pengelola Prasarana dan Sarana Pemuda dan Olahraga (BPPSPO) Lalu Fatanah. Dia sepakat dengan saran dewan. Bukan hanya pusat olahraga Mayura saja yang harus diperbaiki, tapi sarana lain juga. a�?Banyak sarana olahraga kita yang juga rusak dan hampir tidak terpakai,a�? terangnya.

Contohnya, Lapangan Lawata Atletik. Lapangan itu sudah lama tidak disentuh perbaikan. a�?Tahun depan kita akan coba perbaiki,a�? ungkapnya.

Dia meminta dewan harus melihat kondisi daerah. Anggaran daerah untuk mensuport perbaikan sarana olahraga ini masih minim. a�?Saya berharap ada bantuan dari stakeholder untuk membantu memperbaiki sarana olahraga,a�? tandas dia. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka