Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Pelajar SMK Maling Motor

Bagikan

KOTA BIMA – Diduga melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dua pelajar asal Desa Sie, Kecamatan Monta ditahan polisi. Mereka adalah AR, 18 tahun dan RM, 18 tahun.

Kasubag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno menjelaskan, mereka ditangkap kemarin pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Kedua pelajar SMKN 2 Kota Bima itu diduga mengambil sepeda motor Yamaha Vixion milik Supratman.

Dijelaskan Suratno, kedua pelaku dan korban sama-sama tinggal di kos-kosan Lingkungan BTN Sadia Kota Bima. Pelaku melancarkan aksinya Senin dinihari sekitar pukul 03.00 Wita.

Sebelum melancarkan aksinya, korban dengan pelaku sempat ngobrol hingga puluk 00.00. Kemudian sekitar pukul 03.00 Wita, satu orang tersangka keluar kamar untuk buang air. Namun saat itu ia melihat sepeda motor korban yang parkir lengkap dengan kunci kontaknya.

“Sebelum mengambil sepeda motor korban, mereka ini sempat makan bareng mie di kamar kos korban,” tutur Suratno.

Saat itu AR mendorong sepeda motor keluar dari halaman kos-kosan dibantu RM. Mereka membawa sepeda motor itu ke Kelurahan Dodu, Kota Bima untuk dititipkan di rumah keluarganya. Kemudiajn AR berencana untuk kembali ke kosannya sekitar pukul 06.00 Wita.

Ternyata sejumlah warga terlihat sudah berkumpul dan menunggu kedatangan mereka. Saat itu AR menjadi bulan-bulanan warga sekitar. Sekujur badannya babak belur.

“Setelah AR diamankan, dilakukan pengembangan dan akhirnyaA� RM berhasil ditangkap di jalan lintas Dodu a�� Wawo bersama barang bukti satu unit sepeda motor korban,” bebernya.

Ditegaskan Suratno, kemarin siang kedua tersangka dan barang bukti sudah ditahan. Kedua tersangka dan korban masih dimintai keterangan terkait hal tersebut. Untuk kebutuhan penyelidikan dan penyidikan, sepeda motor korban masih ditahan.

“Kedua pelaku masih dimintai keterangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Terpisah,Wakasek Kesiswaan SMKN 2 Kota Bima Irwan M Yusuf A�mengakui kedua pelaku curanmor merupakan siswanya. Saat ini mereka duduk di bangku kelas XII.

“Mereka memang siswa kami, mereka berdua siswa kelas tiga,” ujarnya.

Ditegaskan Irwan, kedua siswa itu ditangkap polisi di luar jam sekolah. Sehingga pihak sekolah tidak terlibat. Pihak sekolah menyerahkan semua proses hukum pada aparat kepolisian.

Data sekolah, tingkat kehadiran kedua siswa tersebut sangat kurang. Sehingga tidak ada alasan lain pihak sekolah untuk mempertahankan mereka. Rencananya tak lama lagi kedua siswa tersebut akan dikembalikan ke orangtuanya.

“Secara aturan, kalau siswa kami tersangkut masalah hukum akan kami kembalikan ke orangtuanya,” pungkasnya. (yet/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka