Ketik disini

Bima - Dompu

Polisi Bekuk Sindikat Penjual Emas Palsu

Bagikan

DOMPU – Aparat Satuan Reskrim Polres Dompu menangkap dua dari tiga orang terduga sindikat penjualan emas palsu. Keduanya ditangkap di toko emas safira di Pasar Atas Dompu saat hendak bertransaksi dengan pemilik toko, kemarin(14/11).Dua orang itu yakni LM (inisial) dari Pulau Lombok serta Krismia warga Jawa Timur. Sementara IM juga warga Jawa Timur yang diketahui merupakan bos dari sindikat penjual emas palsu antar provinsi ini berhasil kabur dari kejaran petugas.

Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan para pelaku ditangkap pada pukul 10.30 Wita setelah anggotanya menerima laporan dari pemilik toko emas syafira. Dalam laporan itu si pemilik toko mengaku jika dirinya ditawari emas palsu oleh para pelaku. Mendapat laporan itu, sejumlah anggota reskrim langsung terjun ke TKP.Keduanya tidak berkutik saat anggota polisi melakukan pengecekan dan interogasi.

“Dua pelaku bersama mobilnya langsung digelandang ke mapolres. Saa ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap IM yang katanya bos mereka yang berhasil kabur sebelum penangkapan,” jelas Jon Wesly.

Dikatakan Jon, berdasarkan keterangan dari korban, aksi para pelaku menjual emas palsu merupakan kali kedua di toko yang sama. Dalam aksi pertama para pelaku berhasil menggondol uang korban. Beruntung dalam aksi pelaku yang kedua, korban cepat menginfokan ke aparat.

“Pada aksi yang kedua ini sempat terjadi tawar menawar.Korban sudah kembuat kwitansi akan tetapi uangnya belum diserahkan karena korban sudah mengetahui pelaku dan melapor,” terangnya.

Dari kejadian pertama, korban mengalami kerugian Rp 7 juta.Sementara dalam transaksi penjualan kedua, para pelaku meawarkan harga emasnya sebesar Rp 11 juta.

“Barang – barang ini berasal dari Jawa timur.Kuat dugaan kalau mereka ini merupakan sindikat penjualan emas palsu lintas provinsi” kata Jon.

Modus yang dijalankan oleh para pelaku dengan menawarkan barangnya untuk dijual kepada pemilik toko dengan harga yang lebih murah.Mereka juga dengan sigapnya meyakinkan para pemilik toko bahwa emas yang mereka jual merupakan emas asli.

“Dari pengakuan keduanya mereka memiliki bos besar di Banyuwangi, dugaan sementara mereka ini sindikat dan pemain di Jawa Timur,a��a�� beber kapolres.

Guna kepentingan penyelidikan, kedua pelaku ditahan bersama barang bukti berupa emas, kwitansi pembayaran serta satu unit mobil Avanza rentcar warna hitam dengan nomor polisi S 1023 YA.

Kapolres berjanji, jika pihaknya akan melakukan pengembangan dan membongkar jaringan para pelaku penjual emas palsu tersebut.A� Ia juga mengaku jika kasus penjualan emas palsu di Dompu tersebut merupakan kejadian yang pertama di wilayah hukumnya,

“Kita akan kembangkan kasus ini, kita akan berusaha mengungkap otak para sindikat penipuan ini,” tegas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal 53 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 6 tahun.

“Karena di dalamnya sudah ada perbuatan pendahuluan, niat untuk melakukan dan barang bukti berupa kwitansi dan emas sudah ada” katanya.

Sementara keterangan dari korban Muhsinin, sebelumnya hari Minggu sore (13/11), dirinya didatangi seorang laki-laki menawarkan emas berupa gelang rantai seberat 19,350 gram, dengan karat sekitar 700 persen atau emas 16 karat, seharga 6.750.000 juta rupiah.

Saat dilakukan pemeriksaan, dengan cara dipatahkan dan dicek keasliannya, ternyata gelang yang dijual oleh pelaku berupa besi kuningan yang dilapisi emas. Barang yang ditawarkan lengkap dengan surat-suratnya. Diceritakan juga jika dariA� kejadian itu, dirinya sempat melapor polisi, hanya saja ia disarankan untuk membuat laporan resmi.”Pagi tadi (Senin, red) datang seorang perempuan yang mengaku dari Jogja, mau menjual gelang keroncong yang berasal dari Banyuwangi,” kata Muhsinin.

Saat pelaku mulai menawarkan barangnya, Muhsinin sempat memeriksa surat-suratnya dan membuat perjanjian agar emas tersebut dites dengan cara dipotong. Dalam surat itu terdapat kenjaggalan, suratnya sama persis dengan surat emas yang mereka jual sebelumnya.

Ketika diminta untuk dilakukan tes dengan cara dipotong, para pelaku keberatan dan terlihat gugup.Pelaku perempuan itu kemudian menghubungi temannya yang juga sedang menawarkan emasnya ke toko emas sekitarnya.

Karena menaruh curiga, lebih – lebih pernah mengalami kejadian itu sebelumnya, Muhsinin kemudian melaporkan hal tersebut ke Mapolres Dompu.

“Ketika itu mereka sempat kabur, lalu kemudian dikejar, dan berhasil ditangkap oleh polisi,” jelas Muhsinin. (cr-pur/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka