Ketik disini

Headline Kriminal

Tahanan Polda NTB Mengaku Dianiaya

Bagikan

MATARAM – Masih ingat dengan 12 orang yang ditahan atas dugaan pengeroyokan terhadap anggota polisi saat turnamen futsal di Jaka Mandala, Mataram, Jumat (11/11) lalu? Setelah diperiksa satu orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Mapolda NTB.

Tetapi tidak berhenti sampai disana. Sejak ditahan di rutan, tersangka A�Salman Al Faris diduga mengalami tindak kekerasan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Menurutnya siksaan ini bukan dilakukan para narapidana yang menghuni rutan polda. Melainkan sejumlah anggota polisi, yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 20 orang.

Saat dirawat di RS Bhayangkara, Salman menceritakan kekerasan yang ia alami. Ketika masuk ke rutan, dia langsung dibawa ke ruang besuk tahanan. Disana, petugas yang piket kemudian mencukur rambut Salman. Selanjutnya, petugas jaga memanggil salah seorang napi. Napi inilah yang melanjutkan pekerjaan yang dilakukan petugas sebelumnya.

a�?Pas lagi dicukur napi, petugas sambil nampar saya,a�? kata Salman.

Kekerasan rupanya tidak berhenti. Sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (12/11), Salman mengaku dipanggil petugas untuk menuju ruang jenguk. Ketika keluar dari kamar tahanan, dia melihat banyak anggota polisi di luar sel telah berkumpul.

a�?Saya duga itu polisi dari seragam semi dinas yang mereka pakai,a�? ungkapnya.

Tak berselang lama, ketika Salman telah berada di ruang besuk, anggota polisi yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 20 orang, menyusul ke dalam. Di ruangan ini, Salman dipaksa mengaku telah melakukan pengeroyokan.

Akan tetapi, Salman bersikeras tidak mengaku. Sebab, ia merasa tidak pernah sekalipun melakukan pemukulan terhadap anggota polisi. a�?Saya sempat berjarak sekitar satu meter dari polisi yang dikeroyok, tapi saat itu saya melihat tidak ada darah yang keluar dari pelipisnya,a�? ungkapnya.

Selain disuruh mengaku, Salman juga diminta untuk menunjuk siapa saja pelaku pemukulan. Lagi-lagi, Salam menjawab tidak tahu. Alasannya, saat terjadi pemukulan dia sempat ditarik panitia untuk keluar lapangan.

a�?Saya kembali ke berugak di dekat lapangan, ambil air. Pada saat disini, baru saya lihat kalau ada yang luka, berdarah,a�? kata dia.

Mendengar jawaban Salman, sejumlah pria yang ia yakini anggota polisi tersebut naik pitam. Mereka lantas menghujani Salman dengan pukulan dan tendangan, dari segala sisi. Bahkan ketika ia terjatuh, dirinya sempat diangkat dan dipegangi. a�?Saat diangkat, saya dipukuli lagi. Tidak bisa lihat siapa saja yang mukul, karena memang saya berusaha melindungi muka saya saat itu,a�? terangnya.

Salman sendiri tidak dapat memastikan berapa lama ia dihujani pukulan. Pastinya, setelah dirinya lemas, para penganiaya itu langsung. a�?Sempat datang napi perempuan memberikan saya nasi, tapi saya tidak bisa makan karena sakit perut,a�? ujar dia.

Setelah penyiksaan ini, Salman kembali ke kamarnya untuk tidur. Sekitar pukul 08.00 Wita, saat apel pergantian piket, Salman kembali mendapat tindakan kekerasan. Kali ini yang melakukan anggota piket yang baru. Dia mengaku dipukul dengan penggaris besi dan ditendang. Konon alasan pemukulan ini, kata Salman, sempat terlontar dari salah satu petugas. a�?Dia bilang karena saya berani memukul aparat,a�? ungkapnya.

Kejadian pemukulan terus berulang. Hingga kondisinya semakin lemah dan tak sadarkan diri. Napi lainnya, sempat merasa kasihan dengan penyiksaan yang dialami Salman. Korban sempat diberikan air gula, dipijat, hingga diberikan balsem.

a�?Saya baru sadar telah berada di RS itu saat magrib, di Sabtu,a�? katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, pihaknya masih belum mendapat laporan terkait pemukulan terhadap tahanan di Polda NTB. a�?Belum ada laporan,a�? kata dia ketika dikonfirmasi koran ini, kemarin malam.

Seperti diberitakan sebelumnya Salman ditangkap Jumat lalu bersama sejumlah orang lainnya dalam kericuhan pada turnamen futsal di lapangan futsal Jaka Mandala, Kelurahan Dasan Agung Baru, Mataram. Tawuran terjadiA� antara pemain dan suporter dalam laga yang mempertemukan Eksmansa dan Formasi B,.

Salah satu pemain Eksmansa, Muhammad Zamharir yang juga Anggota Polisi yang berdinas di Polda NTB babak belur dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara Mataram. Pelipisnya robek, harus mendapatA� jahitan.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka