Ketik disini

Metropolis

Baru Buka Celana, Belum Apa-Apa Pak!

Bagikan

Puluhan pasangan mesum tertangkap tangan tengah indehoi di berbagai kamar hotel melati di Mataram. Ragam penuturan disampaikan para pasangan yang sedang kasmaran tersebut. Berikut ceritanya.

***

RamaA� dan Sinta (nama samaran) hanya tertunduk lesu. Keduanya saling mendekap saat didudukkan di salah satu ruangan Satpol PP NTB, kemarin. Menghindari sorot kamera, dua sejoli yang masih berusia tanggung itu menutup rapat wajahnya masing-masing.

“Jangan difoto mas, nanti ibu saya marah,a�? katanya memohon.

Sambil sesengukan karena tangis yang tak kunjung reda, ia hanya bisa mendekap erat si kekasih yang juga hanya terdiam. Tak ada yang bisa dilakukan Rama. Nasibnya tak lebih baik dari sinta. Dua perantuan asal pulau seberang itu hanya bisa pasrah. Kendati menurut keduanya mereka tak pantas disatukan dengan 26 pasangan mesum lainnya.

Keduanya bersikukuh belum melakukan a�?apa-apaa�?. Saat petugas datang menggrebek kamar yang mereka sewa, keduanya baru saja check in. Tak sampai lima menit, petugas langsung menggedor kamarnya.

Saat itu Sinta sedang di kamar mandi dan rama tengah berbaring di tempat tidur busa. a�?Saya baru mau buka celana, mau pipis,a�? ujarnya membela diri.

Saat ditanya alasan menyewa hotel, keduanya diam. Mereka tak bisa menjawab apapun. Namun tetap, keduanya kekeh tak pantas digelandang seperti penjahat. a�?Belum ngapa-ngapain,a�? katanya bersikukuh.

Lain Rama dan Sinta, lain pula Ari dan Ira (bukan nama sebenarnya). Dua remaja yang belum genap berusia 20 tahun itu tak bisa mengelak. Saat petugas memaksa masuk ke dalam kamar, keduanya tengah dalam posisi satu di atas, satu di bawah. Tak ada sehelai kain pun yang menutupi tubuh keduanya.

Mungkin karena tengah asyik, sehingga mereka tak menyadari kedatangan petugas. a�?Kamu mau ngelak apa lagi, tadi kita semua lihat langsung,a�? kata Kasi Opdal Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD.

Keduanya pun hanya bisa pasrah. Tak ada bantahan apapun atas tuduhan yang dialamatkan padanya. a�?Kita sama-sama suka, sudah lama pacaran,a�? kata Ari tanpa ragu.

Menyadari kesalahan yang dibuatnya, dua sejoli itu mengatakan siap dinikahkan. Keduanya sangat meyakini hal itu bakal terjadi. Terlebih petugas yang menangkapnya memanggil orang tua kedua belah pihak. a�?Pasrah saja,a�? kata Ira yang berambut pirang.

Penggerebekan di sejumlah lokasi berbeda memang menyisakan sejumlah cerita. Mulai dari sayup-sayup suara desahan yang terdengar dari luar kamar, hingga pasangan yang berupaya sembunyi di balik lemari. Ada juga yang mengaku suami istri, kendati tak bisa menunjukkan bukti.

Namun soal keunikan operasi kemarin, pasangan Rian dan Rani (samaran) juga tak bisa dikesampingkan. Ketika petugas mengetuk pintu kamarnya, keduanya tak menjawab. Mereka fokus pada aksi indohoinya yang sudah di tengah jalan. Kesal hanya mendengar suara desahan saja, petugas kembali mengetuk. Tak disangka, jawaban yang keluar dari mulut Rian membuat petugas makin penasaran. a�?Baru mulai ni, tehnya taruh di luar saja,a�? kata Rian.

Rupanya tim gabungan dikira pengantar welcome drink yang belum mereka cicipi. Keduanya baru berhenti beraksi ketika kunci cadagang digunakan masuk dalam kamar. a�?Klimaks juga belum,a�? kata seorang petugas menirukan ucapan Rian yang akhirnya menyadari kalau ia sedang dirundung kesialan.

27 pasangan yang terjaring memang sedang apes. Merencanakan memadu kasih, mereka justru harus menjadi pesakitan pasukan penegak peraturan daerah.

Susi salah satu yang tampak sangat terpukul. Datang jauh dari Lombok Tengah dengan membolos sekolah, bukannya cinta yang dirasakan. Ia terus menangis saat didudukkan bersama tangkapan lainnya.

Sang kekasih yang tampak lebih tegar tak bisa menenangkannya. Berulang kali ia memukulkan kepalan tangan pada kekasihnya yang mengajak janjian di sebuah hotel melati hari itu.

Lamun ne dateng Amaqku bareh berembe, kamu tanggung jawab (kalau datang bapak saya nanti,gimana, kamu harus tanggung jawab,a�? ujarnya sambil terus memukul-mukul pundak keksaihnya. (WAHYU PRIHADI, Mataram./r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka