Ketik disini

Headline Tanjung

Fraksi PKN Bubar?

Bagikan

TANJUNG – Salah satu fraksi di DPRD Lombok Utara yakni Perjuangan Kebangkitan Nasional (PKN) terancam bubar. Lima dari delapan anggota fraksi menyatakan mengundurkan diri, kemarin (15/11).

Hal ini terungkap setelah Ketua DPRD Lombok Utara Ni Wayan Sri Pradianti membacakan tiga surat pernyataan dari lima orang anggota Fraksi PKN dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban kepala daerah atas pandangan fraksi atas KUA-PPAS 2017. Dari surat pernyataan tersebut lima orang yang menyatakan keluar dari Fraksi PKN adalah Zarkasi dari PKPI, Sengrajib dan Raden Sugeti dari Partai NasDem, serta Adam Malik dan Abdul Gani dari PKB. a�?Kelima orang ini menyatakan keluar dari Fraksi PKN dan bergabung dengan Fraksi Demokrat,a�? ujar Sri.

Surat pernyataan ini ditembuskan langsung kepada Ketua DPCA� masing-masing. Diantaranya, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Utara, Ketua Fraksi PKN, dan Ketua Fraksi Demokrat.

Dengan keluarnya lima anggota fraksi PKN ini maka dari delapan orang saat ini tersisa tiga saja. Yakni, Tusen Lasima selaku ketua fraksi, Lalu Muhamad Zaki dan Meorit Arianto. Ketiganya merupakan anggota DPRD dari PDI Perjuangan.

Dikonfirmasi usai rapat paripurna, Zarkasi mengungkapkan alasan dirinya keluar dari Fraksi PKN. Salah satunya karena keputusan yang dihasilkan di fraksi selama ini tidak melibatkan seluruh anggota dan terkesan hanya ditetapkan ketua fraksi saja. a�?Anggota tidak pernah diakomodir,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, keputusan keluar, karena sudah beredar informasi jika tiga anggota F-PKN yang berasal dari PDI Perjuangan akan keluar membentuk fraksi sendiri. a�?Dari pada kita yang ditinggal mending kita keluar dulu,a�? tandasnya.

Sementara itu, Adam Malik memiliki pandangan berbeda. Dia keluar tidak ada tedensi apapun. Bahkan dirinya berterima kasih karena selama ini bisa bergabung bersama dalam F-PKN.

Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara Sudirsah Sujanto yang dikonfirmasi usai rapat paripurna mengatakan, usulan lima anggota DPRD ini belum final. Karena surat diajukan pada pimpinan maka nanti pimpinan akan memberi jawaban.

Ditambahkan, jika merujuk pada PP Nomor 16 Tahun 2010 pasal 31 ayat 9 mengatur bahwa fraksi yang diumumkan dalam rapat paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat 8 bersifat tetap selama masa keanggotaan DPRD. a�?Kita akan diskusikan dulu, agar tidak bertentangan dengan aturan. Sekarang lima orang anggota DPRD tadi masih tercatat bergabung bersama Fraksi PKN,a�? paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Fraksi Demokrat Galuh Nurdiyah mengatakan pihaknya terbuka untuk siapa saja. Namun pihaknya akan membahas terlebih dulu hal ini bersama Ketua DPC Demokrat Lombok Utara. a�?Kami welcome dengan siapa saja, tapi kita harus bahas ini dulu bersama ketua partai,a�? katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi via sambungan telepon Ketua Fraksi PKN Tusen Lasima membenarkan jika PDI Perjuangan yang ada dalam Fraksi PKN akan membentuk fraksi sendiri. Pihaknya mengaku tidak terpengaruh dengan keputusan keluarnya lima anggota fraksi tersebut. a�?Tidak apa-apa mereka keluar, nanti kita tinggal ganti nama jadi Fraksi PDI Perjuangan,a�? katanya.

Ditambahkan, keputusan ini memang perintah partai agar PDI Perjuangan mendirikan fraksi sendiri. Hal ini agar mempermudah mengambil keputusan di tubuh fraksi, karena tidak efektif kalau fraksi ada yang ke kiri dan ke kanan. a�?Biar kita tidak saling menyerang antar anggota,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka