Ketik disini

Catatan Redaksi

Pemkab Gak Berani Pasang Target

Bagikan

TANJUNG-Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementra (KUA-PPAS) APBD 2017 saat ini sedang dibahas antara eksekutif dan legislatif. Dari penjelasan kepala daerah, dewan melontarkan sejumlah pertanyaan.

Ketua Fraksi Hanura Ardianto mengungkapkan ada beberapa hal yang harus dijelaskan bupati seperti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2017 yang stagnan atau tetap di angka Rp 115 miliar. Target ini sama dengan yang dicantumkan di 2016.

Padahal saat ini pemerintah gencar-gencarnya menggali potensi dan sumber pendapatan. Termasuk menggalakkan potensi dari destinasi wisata. Akan tetapi justru PAD tahun 2017 tidak ada asumsi peningkatan sepeser pun dari tahun 2016. a�?Kami khawatir, hal ini dapat berpengaruh terhadap tidak tercapainya visi dan misi besar pemda,a�? ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menjawab pertanyaan tersebut mengatakan, dalam draf KUA-PPAS APBD 2017 pihaknya memang mencantumkan target sebesar Rp 115 miliar atau sama dengan tahun 2016.

a�?Ini namanya target, tapi kita optimis akan melebihi target. Karena mulai dari awal KLU berdiri target PAD selalui terlampaui,a�? ujarnya pada wartawan saat dikonfirmasi usai rapat paripurna, kemarin (15/11).

Ditambahkan, sejak APBDP 2016, Pemkab sudah mulai melakukan penataan dengan dua konsep yaitu peningkatan pendapatan dan pelayanan. a�?Kita sudah mulai menata pintu masuk di tempat pariwisata, mengefektifkan sistem pemungutan retribusi dan menggunakan pajak online. Insya Allah dengan cara ini PAD akan meningkat,a�? paparnya.

Lebih lanjut, Najmul menegaskan, target PAD tiap tahunnya akan meningkat. Hal ini juga akan ditunjang sektor pariwisata. Karena memang potensi pariwisata di Lombok Utara memungkinkan untuk menyumbang PAD. a�?Biasanya dari sektor pariwisata itu menyumbang PAD sebesar 40 sampai 60 persen,a�? katanya.

Menurut Najmul saat ini yang disampaikan adalah draf dan masih mungkin untuk perubahan termasuk perubahan target PAD. a�?Tergantung pembahasan nanti, saya yakin akan berubah,a�? katanya.

Dari data DPPKAD Lombok Utara per 4 November 2016, PAD yang masuk dari seluruh sektor mencapai Rp 99,15 miliar lebih (86,12 persen) dari target Rp 115 miliar lebih.

Sementara dari jumlah tersebut sektor pariwisata menyumbangkan PAD dari pajak PHR sebesar Rp 44 miliar lebih dari target Rp 39 miliar lebih. Sedangkan dari retribusi menyumbangkan Rp 419 juta lebih (pertengahan Oktober) dari target Rp 600 juta. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka