Ketik disini

Metropolis

Tata Kota Sikat Bangunan Pelanggar

Bagikan

MATARAM – Dinas Tata Kota Mataram menepati janjinya untuk melaksanakan operasi penertiban bangunan yang menyerobot area publik, kemarin. Tak kurang dari 100 personil gabungan diturunkan. Termasuk sebuah alat berat.

a�?Unsur kita ada TNI, Polri, Satpol PP, dan sejumlah SKPD lainnya,a�? kata Kadis Tata Kota Mataram HL Junaidi.

Jalan Pejanggik, dari kawasan Pajang hingga Cakranegara disisir. Di sana, sedikitnya ada 30 pelanggar yang sudah terdata. Kesemuanya sudah disurati namun tak kunjung memperbaiki bangunannya yang sudah melebihi batas.

Dari jumlah tersebut, 21 pemilik bangunan lantas memberikan jawaban di saat-saat akhir. Mereka menyatakan kesiapan untuk membongkar sendiri bangunannya yang melanggar aturan. Tersisalah sembilan bangunan yang siap disikat.

“Karena mereka menyerobot, parkir jadi menyempit, terus pengendara parkir di badan jalan, macetlah jadinya,a�? Junaidi menjelaskan dampak yang ditimbulkan.

Sejumlah lokasi yang didatangi diantaranya Ganesha Operation, Bank Harmoni, Bank BTPN, ruko yang menjual rokok, PT MSK, Salon Kecantikan LBC, Bank NTB Syariah, dan sebuah Gerai Alfamart.

Kesalahan yang dilakukan, mulai dari menaruh mesin genset seukuran sebuah mobil minibus di area parkir, membuatkan area parkir gerbang pembatas, memasang tiang-tiang yang mengganggu manuver kendaraan untuk parkir, dan membuat tangga di area parkir untuk menuju lantai dua.

“Pilihannya sekarang bapak ibu mau kami yang bongkar atau bongkar sendiri,a�? tegas Kabid Pengawasan Bangunan, Dinas Tata Kota Mataram Suparman.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan ke setiap pelanggar yang didatangi. Mendapat ancaman hendak diratakan dengan tanah, nyali para pemilik bangunan pun ciut. Mereka akhirnya bersedia menandatangani pernyataan di atas materai untuk membongkar sendiri kelebihan bangunannya dalam tenggat waktu yang ditentukan. a�?Kami segera perbaiki,a�? kata Martha, Operasional Bank BTPN Pajang.

Ditanya mengenai surat teguran, ia membenarkan sudah menerimanya. Namun hingga kini ia mengaku bingung hendak memindahkan ke bagian mana sebuah genset besar yang kini dipasang di area parkir depan.

Pernah mencoba memasang di bagian belakang, justru penolakan dari warga yang diterimanya. Dia juga beralasan butuh waktu untuk mendatangkan vendor yang mengurusi pemindahan mesin tersebut.

“Kami mengaku salah. Segera kami pindahkan,a�? katanya memohon mesinnya tak dihancurkan alat berat yang telah siap.

Dari sembilan lokasi tersebut, hampir semuanya kompak memohon kompensasi dengan bersedia membongkar sendiri. Tercatat hanya dua yang dibongkar paksa, yakni sebuah taman kecil yang sengaja dibuat di depan area salon kecantikan LBC di depan Mataram Mall. Itu pun ketika pemerintah hendak meratakan juga mesin genset yang bersikeras dipertahankan, si pengusaha akhirnya melunak dan memohon diberi izin membongkar sendiri.

“Tadinya dia kekeh, lihat mesin itu bongkar sebagian tamannya, akhirnya dia minta mesin gensetnya ditunda dulu,a�? Suparman melanjutkan.

Satu lagi bangunan yang dirobohkan paksa adalah tangga menuju lantai dua milik gerai modern Alfamart. Tangga tersebut dibangun tepat di atas area publik untuk parkir. Saat tim gabungan datang, tak seorang pun karyawan di sana bersedia bertanggung jawab atas tangga tersebut.

Tindakan tegas akhirnya diambil petugas dengan meratakannya dengan tanah. a�?Ini peringatan terakhir untuk para pelanggar lain. Kamis besok kami turun lagi,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka