Ketik disini

Sumbawa

Jangan Hujat Presiden

Bagikan

SUMBAWA – Suasan politik Pilkada DKI Jakarta menular hingga ke daerah. Terlebih dengan semakin memanasnya isu dugaan penistaan agama yang dilakukan salah satu calon gubernur yang didukung PDI Perjuangan. Di lapangan, isu tersebut terus melebar bahkan mengarah pada “kebencian” terhadap Presiden RI Joko Widodo. Salah satu penyebabnya adalah karena presiden dianggap sangat dekat dengan Ahok yang kini menjadi tersangka melakukan penistaan agama.

Ketua DPD PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat bahkan telah menginventarsir sejumlah aparat sipil negara (ASN) eselon dua yang ikut-ikutan membenci bahkan memaki presiden. Pada rakerda yang digelar di Sumbawa Selasa (15/11) lalu Rachmat memerintahkan fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB untuk tidak tinggal diam. Dia mewajibkan fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB untukA� korektif, kritis dan konstuktif menyikapinya.

Sementara itu Bupati Sumbawa HM Husni Djibril juga mengeluarkan peringatan keras. Dia mengingatkan jajarannya untuk tidak ikut-ikutan menghina presiden melalui media sosial. Apabila hal itu dilakukan oleh para ASN, maka sama halnya dengan memaki diri sendiri. Karena ketika Jokowi di pusat sebagai presiden maka seluruh perangkat kerja pemerintah hingga tingkatanA� paling bawah merupakan anak buah presiden. Sehingga sangat tidak rasional ketika seorang ASN menghujat pemerintah karena sama dengan menghujat diri sendiri.

“Karena dari presiden hingga ke tingkatan paling bawah jajaran pemerintah adalah satu kesatuan. Jadi kalau mau mengkritik apalagi menghujat maka harus berhenti dulu sebagai ASN. Agar tidak menghujat diri sendiri jadinya,” kata bupati.

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa, dia berharap seluruh anak buahnya di Kabuaten Sumbawa fokus dalam menyukseskan semua program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Mulai dari tingkat atas hingga tingkat paling bawah. A�(aen/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka