Ketik disini

Metropolis

Kapan Action-nya Pak?

Bagikan

MATARAM – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) NTB hingga saat ini masih sibuk melakukan rapat persiapan. Sementara action yang ditunggu masyarakat belum dilakukan. Dalam rapat yang dilakukan di kantor Gubernur NTB, kemarin (16/11) tim masih menyiapkan struktur dan anggota yang akan masuk dalam tim bersama.

Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda NTB Kombes Pol Immanuel Larosa dalam keterangan persnya mengatakan, sesuai arahan dari gubernur mereka diperintahkan melakukan rapat bersama Inspektorat terkait pembentukan satuan tugas Saber Pungli di NTB. Pembentukan ini adalah tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016. Karena Satgas di tingkat pusat sudah dibentuk, maka di daerah juga harus membentuknya. a�?Kita membahas apa yang menjadi tugas satgas, bagaimana strukturnya dan bagaimana komposisi personel yang dilibatkan,a�? katanya.

Satuan tugas ini sendiri terdiri dari berbagai instansi untuk melaksakan tugas pemberantasan pungli. Disamping itu juga, rapat membahas mengenai rencana-rencana ke depan untuk memberantas pungli di NTB. Tapi rencana ini belum bisa dibeberakan karena masih merupakan rapat koordinasi awal. a�?Namun kita akan coba mendesain bagaimana tugas dari saber pungli ini,a�? katanya.

Terkait belum adanya action yang ditunjukkan tim Saber Pungli NTB, menurut Immanuel, action pemberantasan pungli sudah ada. Tapi masih bersifat internal di masing-masing instansi, seperti di Polda NTB sudah melakukan, termasuk di Inspektorat selaku koordinator tim Pemprov NTB. Demikian juga dengan Kemenkumham NTB sudah membentuk tim pengawas internal. Artinya, masing-masing lembaga sudah menindaklanjuti Perpres Nomor 87, tapi masih di tingkat internal.

Sementara di tingkat NTB yang lintas sektoral maka perlu ada koordinasi. Termasuk menyiapkan petugas yang akan masuk ke dalam tim. Karena tugasnya ke depan tidak hanya di provinsi tapi ke kabupaten/kota se-NTB. a�?Masalah indikasi (pungli) belum bisa kita komentar, tapi masing-masing instansi sudah melakukan pengawasan,a�? katanya.

Tim Saber Pungli NTB ini memiliki empat kelompok kerja (Pokja) yakni Pokja Intelejen, Pokja Pencegahan, Pokja Penindakan dan Pokja Yustisi. Ia berharap, dengan kerja tim ini ke depan pelayanan di masing-masing instansi benar-benar bersih dari pungutan liar. Upaya pencegahan juga akan lebih disosialisasikan. a�?Kalau kita sudah sosialisasikan dan masih terjadi ya apa boleh buat,a�? katanya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim menjelaskan, tim Saber Pungli sebenarnya ingin segera melakukan langkah-langkah penindakan di lapangan. Tapi sesungguhnya secara internal instansi sudah melaksanakan pemantauan, pengawasan dan pemetaan area yang berpotensi terjadi pungli. Termasuk aktivtas PNS yang berpotensi menyebabkan kerugian. a�?Itu dilakukan pemantauan oleh tim internal,a�? katanya.

Tim internal ini ke depan akan berkoordinasi dengan tim inti Saber Pungli NTB. Nantinya apa yang menjadi temuan satgas internal akan dilaporkannya melalui Polda NTB. Terkait langkah yang sudah dilakukan Pemprov NTB, gubernur sudah membentuk tim internal dan sudah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor : 700/738/Inspektorat/2016 tentang Pengawasan, Pencegahan dan Pemberantasan Pungli dalam Pelaksanaan Tugas ASN Pemrpov NTB. Surat ini meminta kepada seluruh SKPD dan UPTD melakukan pengawasan.

a�?Ini perintah untuk mencegah pungli, pengawasan dan sebagainya,a�? tegas Ibnu.

Ibnu menyebutkan, Pemprov NTB sudah melakukan inventarisasi sektor-sektor pelayanan yang rawan pungli. Diantaranya: pelaksanaan pelayanan perizinan, pelaksanaan hibah bantuan sosial, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), layanan kenaikan pangkat dan jabatan, mutasi di lingkup internal, penerimaan siswa baru, layanan administrasi TKI, layanan rumah sakit, layanan pengurusan PKB dan BBNKB, layanan pengadaan barang jasa pemerintah. a�?Ini menjadi fokus-fokus perhatian pemerintah yang sudah diinventarisasi,a�? ungkapnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka