Ketik disini

Giri Menang

Ini Bisa Mencoreng Pariwisata Lobar

Bagikan

GIRI MENANGA�– Adanya pungutan biaya masuk di sejumlah objek wisata di Lombok Barat, membuat kalangan dewan berang. Kalangan dewan mempetanyakan dasar hukum dari pungutan tersebut. Jika tidak ada dasar hukum yang sah, tindakan itu harus segera diberantas karena termasuk pungli (pungutan liar).

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Lombok barat I Dewa Kayan Sukarsana kepada wartawan, kemarin (16/11). Dewa mengatakan jika memang benar terjadi pungutan di objek wisata pantai, tindakan itu tentu sudah menyalahi aturan.

Dikatakan, pungutan yang dilakukan di objek wisata haruslah berpayung hukum. Minimal, kata Dewa, pemerintah desa mengeluarkan Perdes. Atau ada aturan resmi yang dikeluarkan oleh dinas terkait.

a�?Harus segera diselidiki, jangan sampai mencoreng pariwisata kita,a�? tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan, anggota Komisi II DPRD Lobar Andi Irawan. Mendengar adanya biaya masuk di dua gili di kawasan Sekotong, sebagai putra asli daerah tentu dia sangat kecewa.

a�?Nanti kami akan turun bersama dinas terkait. Jangan sampai wajah Sekotong rusak dengan perilaku yang tidak baik,a�? sesalnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab, Kepala dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Lobar Lale Prayatni sebelumnya memastikan pihaknya tidak pernah mengeluarkan karcis atau tiket masuk untuk seluruh obyek wisata di Lobar.

Namun terkait adanya laporan pungutan yang terjadi di sejumlah objek wisata di Lobar, dirinya mengaku belum berani pastikan melanggar atau tidak sebelum turun kroscek ke lapangan. “Tapi saya pastikan kami tidak pernah keluarkan aturan seperti itu,a�? imbuhnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka