Ketik disini

Metropolis

Mohan: Jangan Uji Kesabaran Kami!

Bagikan

MATARAM – Tertangkapnya 27 pasangan bukan suami istri di berbagai penginapan di Mataram membuat Pemkot Mataram bereaksi keras. Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut menegaskan pemilik hotel tak boleh menutup mata.

A�a�?Harus ada tanggung jawab moral dari pihak hotel,a�? tegasnya.

Secara khusus ia bahkan memberikan warning pada setiap pengusaha perhotelan. Menjalankan bisnis, mencari keuntungan, menurutnya tak boleh mengesempingkan tanggung jawab moral dan sosial.

“Saya minta lebih selektif lagi terima tamu,a�? katanya dengan nada tinggi.

Dia meyakini pihak hotel akan sangat mudah membedakan siapa-siapa saja yang menginap untuk keperluan yang tak benar. Terlebih dari 27 tangkapan tim gabungan dua hari lalu, sebagian besar merupakan remaja yang umumnya berusia belasan hingga 20an tahun.

Inisiatif untuk mencegah dan menolak tamu seperti itu harus dilakukan. a�?Masak tak ada curiga lihat anak-anak muda,a�? ujarnya mempertanyakan.

Atas kejadian itu, Pemkot Mataram akan terus mengintensifkan razia. Jika kasus serupa kembali ditemukan di penginapan-penginapan tersebut, ia mengancam akan meninjau ulang izin yang ada. a�?Tak ada bedanya dia beri ruang untuk tempat esek-esek,a�? sindirnya.

Sesuai batas kewenangan Pemkot Mataram, pencabutan izin memang dimungkinkan terhadap pengusaha mana pun, termasuk perhotelan jika ada ketentuan yang dilanggar.

Diyakini, langkah tegas itu tak akan mempengaruhi iklim investasi yang tengah terbangun di kota ini. Pengusaha lanjutnya tak boleh hanya menuntut hak saja, namun di lain pihak mengabaikan kewajibannya. Termasuk di dalamnya menjaga kota ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan religiusitas yang terkandung di dalamnya.

“Jangan uji batas kesabaran pemerintah,a�? katanya menebar ancaman.

Sebelumnya Kasi Opdal Bambang EYD yang memimpin 30 personil Satpol PP Kota Mataram dalam operasi gabungan tersebut mengatakan kuat dugaan pihak hotel sengaja melakukan pembiaran. Tidak adanya mekanisme kontrol membuat setiap tamu bisa leluasa keluar masuk. Bahkan kuat dugaan, hotel-hotel melati kini sengaja membuka layanan short time (waktu pendek) khusus untuk mengakomodir para sejoli yang sedang dimabuk asmara dan hendak melampiaskan nafsu birahinya.

“Kalau dulu, mereka menginap di hotel, kalau sekarang, mereka sewa beberapa jam saja khusus untuk begituan,a�? katanya mencurigai. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka