Ketik disini

Bima - Dompu

Petani Punti Tolak Bantuan Bibit Jagung

Bagikan

BIMA – Penolakan benih jagung bantuan terus berlanjut. Puluhan warga Desa Punti, Kecamatan SoromandiA� kembali mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bima. Warga menolak benih bantuan jenis Bima 20 URI karena dinilai sudah rusak.Bibit jagungA� tersebut tidak berkualitas.

”Kita menolak benih ini karena tidak bisa ditanam,” kata Fajrin, anggota kelompok tani dari Desa PuntiA� di kantor DPRD Kabupaten Bima, kemarin(16/11).

Menurutnya, benih Bima 20 URIA� untuk tujuh kelompok tani di Desa Punti adalah benih lokal. Sepengetahuan mereka harganya Rp 500 ribu per dus. Beda jauh dengan benih Bisi 18, harganya lebih Rp 1 juta.

”Kita sudah coba menanam benih ini. Tidak ada yang tumbuh,” ujar Fajrin.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), kedatangan puluhan warga Desa Punti diterima Sekretaris Komsi II DPRD Kabupaten Bima Ilham Yusuf. Politisi PKS ini langsung mengajak warga menemui kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) untuk hearing.

Di kantor DPTPH, Ilham bersama puluhan warga diterima Kepala DPTPH M Tayeb. Saat hearing berlangsung sempat terjadi ketegangan. Warga menolak penjelasan M Tayeb yang mengatakan benih itu berkualitas. Warga kemudian memperlihatkan benih Bima 20 URI yang menurut mereka tidak bekualitas itu.

Warga merobek plastik pembungkus benih, kemudian menumpahkan ke lantai. Kejadian itu sempat membuat suasana hearing tegang.

Menurut Fajrin, DPTPH beralibi untuk menghindar dari persoalan.A� Itu terbukti dengan mengatakan benih Bima 20 URI berkualitas dan bukan benih lokal.

”Kita meragukan benih ini. Lihat label dan keterangannya tidak jelas,” tuturnya usai hearing.

A�Sementara itu, Kepala DPTPH I M Tayeb mengatakan, Desa Punti mendapat benih jagungA� bantuan sebanyak 5 ton lebih. Penolakan warga atas benih jenis Bima 20 URI akan segera disikapi. A�”Kesimpulan pertemuan tadi kita akan sama-sama turun ke lokasi bersama dewan,” pungkasnya. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka