Ketik disini

Sumbawa

Petugas Dihadang Portal dan Ranjau

Bagikan

SUMBAWA – Upaya tim operasi gabungan TNI, Polisi Militer, Polri dan Dinas Kehutanan Kabupaten Sumbawa untuk mengejar pelaku illegal logging mendapat perlawanan. Para pelaku berani memasang ranjau dan menghalangi petugas dengan portal. Saat petugas keluar dari jebakan ranjau, para pelaku kabur.

Dalam operasi yang digelar kemarin, A�gerakan petugas menuju titik sasaran terhambat oleh sebuah portal di Desa Gapit. Diduga saat iring-iringan petugas dihadang portal inilah kesempatan bagi maling-maling kayu ini untuk kabur. Bukan itu saja. Di jalanan, petugas menemukan banyak paku. Hal ini diduga sengaja disebar untuk menghambat gerakan petugas.

Akibatnya, tim operasi gabungan yang dipimpin Kasi Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Sumbawa Mukhtamarwan kembali gagal menangkap pelaku. Tim hanya menemukan 25 kubik kayu jati. Terdiri dari 20 kubik jati olahan, dan 5 kubik jati gelondongan. Jumlah temuan ini lebih besar dari penemuan pekan lalu sebesar 20 kubik. Lokasi penemuan, lagi-lagi di hutan wilayah Bendungan Gapit, Kecamatan Empang.

Kayu yang ditinggalkan itu dibawa oleh tim gabungan yang terdiri dari anggota polhut, Koramil Empang, Polsek Empang, polisi militer, camat Empang dan KPH Ampang. ”Kayu ini kami amankan dari sejumlah titik di kawasan Bendungan Gapit,” ujar Mukhtamarwan didampingi Danramil Empang Kapten Inf Triono BW.

Dia mengatakan, tim gabungan melakukan penyisiran di wilayah bendungan tersebut. Hasilnya, ditemukan kayu jati yang sudah ditumpuk di sejumlah titik. Bahkan, sebagian besar kayu tersebut sudah diolah. Diperkirakan jumlah kayu yang sudah diolah tersebut sekitar 18 sampai 19 kubik. Sementara kayu jati yang masih berbentuk gelondongan diperkirakan berjumlah tujuh kubik.

Selain itu, pihaknya juga menemukan dua unit sawmil di lokasi tersebut. Akhirnya, kayu beserta sawmil diangkut menggunakan lima unit truk untuk diamankan ke Kantor Dinas Kehutanan Sumbawa.

Pria yang akrab disapa Wawe memaparkan, dalam operasi kali ini tidak ada masyarakat yang melakukan penghadangan. Namun memang ada sejumlah warga yang berkumpul di salah satu titik. Dalam operasi kali ini, timnya memang sedikit menghadapi kendala. Yakni ada seseorang yang sengaja menebar ranjau paku di tengah jalan menuju lokasi. Akibatnya, ban salah satu kendaraan yang digunakan tim bocor. Meski demikian, operasi tersebut bisa dilaksanakan.

Disinggung terkait pemilik kayu, Wawe mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Tim polhut dan penyidik Dinas Kehutanan masih menyelidiki siapa pemilik kayu,” ujarnya.

Kepala KPH Ampang Maman Firmansyah mengatakan, temuan kayu ini menandakan illegal logging di wilayah Empang sudah parah.Pihaknya kesulitan melakukan pengawasan di wilayah KPH Ampang. ”Luas wilayah KPH Ampang mencapai 40 ribu hektare. Sementara personel yang ada hanya 18 orang, dibantu satu orang anggota polhut,” kata Maman.

Keterbatasan personel itu menyebabkan pengawasan kurang maksimal. Saat anggotanya mendapatkan informasi terkait illegal logging, saat menuju lokasi, pelakunya sudah kabur. Kondisi ini sudah disampaikan ke Dinas Kehutanan Provinsi NTB. Kondisi di lapangan juga sudah disampaikan. Selain itu, Dinas Kehutanan Provinsi NTB juga diminta untuk turun lapangan secara intensif. ”InsyaAllah dalam waktu dekat ada tambahan personel,” pungkasnya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka