Ketik disini

Headline Praya

Suhaili Tak Datang, Warga Kecewa

Bagikan

PRAYA – Sosialisasi program pemindahan penduduk dan pengadaan lahan (Larap) pembagunan Dam Mujur di Desa Kelebuh, Praya Tengah Lombok Tengah terpaksa dibatalkan kemarin (16/11). Itu terjadi, karena tidak ada satu pun pejabat Pemkab, yang hadir dalam pertemuan penting tersebut, termasuk Bupati HM Suhaili FT.

a�?Kalau sudah seperti ini kejadiannya, tolong pemerintah jangan selalu salahkan masyarakat,a�? keluh salah satu tokoh masyarakat Desa Kelebuh H Abdullah pada Lombok Post, kemarin (16/11).

Masyarakat di Desa Kelebuh, tekan Abdullah tidak pernah menyatakan menolak pembangunan Dam Mujur. Masyarakat hanya ingin mendengar pernyataan tegas bupati atau gubernur langsung menyangkut siapa yang akan bertanggungjawab membayar lahan dan permukiman warga, berapa dan kemana warga direlokasi.

a�?Kalau situasinya dibuat berlarut-larut seperti ini, maka jangan salahkan masyarakat akan berubah pikiran,a�? kata mantan Kepala Desa (kades) Kelebuh dua periode tersebut.

Tinjauan Lombok Post, suasana lokasi sosialisasi yang sedianya dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan di Dusun Lelung Tiga itu, tidak begitu ramai seperti sosialisasi yang dihadiri Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, 12 Oktober lalu. Awalnya, sosialisasi Larap tahap tiga kali ini, akan dihadiri Bupati HM Suhaili FT. Namun, karena ada kepentingan lain Suhaili membatalkan kunjungannya ke Desa Kelebuh.

Hanya saja, pejabat Pemkab yang mewakili bupati tidak terlihat dalam agenda itu. Kecuali, Anggota Komisi IV DPRD Loteng Dapil Praya-Praya Tengah Ahmad Supli saja. Kursi pejabat dan tamu undangan nampak kosong. Situasi seperti itu pun membuat pemerintah desa setempat dan perwakilan pegawai Pemkab mengeluarkan permakluman pembatalan kegiatan tersebut.

Beberapa warga yang hadir, tidak bisa menutupi kekecewaannya. Satu persatu dari mereka, meninggalkan lokasi acara. Mereka pun menilai, Pemkab mempermainkan masyarakatnya sendiri.

a�?Yang jelas, kami merasa kecewa. Ini menunjukkan bahwa, pemerintah tidak serius,a�? lanjut Abdullah.

Senada dikatakan Kepala Dusun (kadus) Lelung Satu M Saidun. Dikatakannya, aparatur pemerintah desa jauh-jauh hari, sudah mengingatkan kepada seluruh warganya untuk berkumpul di lokasi ini. a�?Begitu kami kumpul, malah pemerintahnya yang tidak hadir,a�? sesal Saidun.

Persoalan itu pun, membuat pihaknya tidak berani memberikan kepastian kepada pemerintah, apakah warganya akan mengikuti kembali sosialisasi Larap yang akan dilaksanakan di hari lain. a�?Saya yakin, kalau bupati yang turun, Insya Allah masalah Larap di Desa Kelebuh ini akan selesai,a�? sambung Kades Kelebuh Muksin.

Di desanya itu, tambah Muksin ada enam dusun yang akan ditenggelamkan, meliputi Dusun Lelung Satu, Lelung Dua, Lelung Tiga, Embung Belek, Lendangre dan Dusun Tompek. Total luas lahannya, mencapai 260 hektare (ha). Sedangkan, jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 1.400.

a�?Saya melihat, permasalahan di desa kami ini cukup sederhana. Tapi, dibuat rumit oleh pemerintah itu sendiri,a�? sindir orang nomor satu di Desa Kelebuh tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka