Ketik disini

Kriminal

Butuh Penerjemah,Sidang Ditunda

Bagikan

MATARAM – Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko menunda sidang tiga terdakwa penyelundup sabu asal Malaysia, kemarin (17/11). Ketiadaan penerjemah bahasa saat sidang, menjadi alasannya. Meski saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Huznul Raudah telah membacakan dakwaan.

Sebelum sidang dimulai, Didiek sempat menanyakan ketiga terdakwa apakah bisa dan mengerti bahasa Indonesia. a�?Terdakwa bisa bahasa Indonesia?,a�? tanya Didiek kepada ketiga terdakwa.

Mendengar pertanyaan hakim, entah mengerti atau tidak, satu persatu terdakwa menggelengkan kepalanya. Meski demikian, Didiek tetap mempersilahkan JPU untuk membacakan dakwaannya.

Dalam dakwaannya, Raudah mengatakan, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum telah memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

Sangkaan tersebut, berdasarkan penangkapan yang dilakukan terhadap ketiganya, yakni Koo, 21 tahun, Leslie, 24 tahun, dan Winnie, 21 tahun awal Agustus lalu. Masing-masing dari mereka membawa sabu sekitar 600 gram.

a�?Perbuatan terdakwa melanggar pasal 113 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,a�? kata Raudah membacakan dakwaan.

Untuk dakwaan subsidair, ketiganya dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 115 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun, tidak adanya penerjemah, rupanya membuat terdakwa kesulitan dalam memahami isi dakwaan JPU. Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko lantas menunda sidang dan meminta JPU untuk menghadirkan penerjemah di sidang berikutnya.

a�?Kita akan carikan penerjemah untuk ketiga terdakwa,a�? kata Raudah usai sidang.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka