Ketik disini

Selong

Dorong Warga Lotim Masuk BLK

Bagikan

SELONG – Kehadiran Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja Lombok Timur (Lotim) semestinya bisa menjadi solusi atas minimnya lapangan kerja di daerah ini. Sayang kehadiran BLK ini belum bisa dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat Lotim sendiri.

Akibatnya kehadiran BLK ini banyak dinikmati oleh masyarakat yangA� luar Lotim. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BLK Lotim Sirman yang ditemui Lombok Post kemarin (17/11).

“Dari 180 orang, untuk tahun ini Alhamdulillah 90 persen warga lotim yang mengisi peserta di BLK. Itu untuk yang bekerja di hotel,” ungkapnya.

Padahal ia berharap lebih banyak lagi warga Lotim yang mengisi kuota peserta didik di BLK untuk bekerja di kapal pesiar. “Saya tekankan supaya jangan masyarakat menjadi penonton di daerah sendiri, “kata dia kepada Lombok Post.

Dijelaskan Sirman, BLK lotim memiliki program unggulan pariwisata. Dimana sub programnya fokus pada bidang perhotelan dan kapal pesiar. Untuk bidang perhotelan sebanyak 180 orang lulusan BLK sudah terserap sebagai tenaga kerja di sejumlah hotel yang ada di dalam negeri. Khususnya di NTB.

a�?Selasa (16/11) lalu kita ada penutupan peserta didik. Mereka langsung wawancara tes kerja oleh hotel-hotel yang ada di Mataram. MisalnyaA� Aston, Golden Palace dan yang lainnya,” tutur Sirman.

Sedang di tahun 2015 lalu, Sirman mengatakan ada 660 orang yang sudah bekerja di kapal pesiar. Sayang dari jumlah 660 tersebut hanya 21 persen yang berasal dari Lotim. “Ini yang sangat saya sayangkan. Saya tidak ingin kehadiran BLK ini banyak dinikmati dari orang luar daerah, “bebernya.

Yang terbaru bahkan ia mengatakan kalau biaya pemberangkatan ke sejumlah negara tempat kapal pesiar tahun depan tidak lagi diberatkan di awal. Karena tahun 2017 mendatang BLK bekerjasama dengan bank BNI. ” Nanti semua biaya akan ditanggulangi pihak Bank BNI. Semuanya itu akan dipotong dari gaji mereka setelah di kapal pesiar nanti,” ucapnya.

Dengan semua kemudahan yang ditawarkan oleh BLK ini dia berharap masyarakat makin bisa lebih memaksimalkan dan memanfaatkan keberadaan BLK Lotim. Ini dikatakannya menjadi salah satu solusi yang disiapkan pemerintah pusat untuk mengurangi angka pengangguran dan menyediakan lapangan kerja.

“Bayangkan saja gaji di kapal pesiar itu paling kecil itu minimal 10 juta dan mereka yang sudah masuk di BLK Ini sudah sudah dipastikan kerja,” jelasnya.(ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka