Ketik disini

Kriminal

Warga Resah, Kios Sabu Digeledah

Bagikan

MATARAM – SH (inisial, Red), 26 tahun, kini harus meringkuk dalam sel tahanan Polda NTB. Pemuda pengangguran ini ditangkap polisi atas tudingan mengedarkan narkoba jenis sabu di kawasan Ampenan Utara, Kota Mataram.

Selama menjalani profesinya sebagai penjual sabu, SH menggunakan kosnya di jalan Adi Sucipto, Kelurahan Ampenan Utara, sebagai tempat transaksi. Disini, dia menjual sabu dengan kemasan poket kecil hingga besar.

Menurut informasi polisi, SH termasuk penjual sabu yang barang dagangannya laris manis diburu para pemadat. Dari siang hingga malam, kosnya selalu ramai.

a�?Pembelinya ramai, kadang sampai malam,a�? kata Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB AKBP I Komang Satra, kemarin (16/11).

Ramainya kos milik SH rupanya mengundang kecurigaan warga. Mereka lantas memberi tahu polisi. Karena itu, sekitar pukul 11.30 Wita, Rabu (16/11) polisi langsung melakukan penggerebekan.

Saat penggerebekan ini, SH hendak melakukan transaksi jual beli sabu dengan pelanggannya. Namun, belum sempat menyerahkan sabu, dia keburu ditangkap petugas.

a�?Sedang transaksi, jadi kita amankan dua-duanya, termasuk SH ini,a�? kata Satra.

Ketika dilakukan penggeledahan di dalam kos, petugas menemukan barang bukti diduga sabu seberat 21,13 gram. Sabu tersebut dikemas dalam 19 poket ukuran kecil dan 12 poket besar.

Selain kristal putih diduga sabu, petugas juga menemukan alat hisap lengkap, timbangan, satu handphone, dan uang sebesar Rp 6 juta yang diduga sebagai hasil transaksi.

a�?Sabu disembunyikan pelaku di dalam kamar dan lemari,a�? ungkap Satra.

Kepolisian, lanjut Satra, tengah menyelidiki asal usul sabu yang dijual SH. Selanjutnya, barang bukti beserta pelaku, kini telah ditahan di Mapolda NTB. Atas perbuatannya, pelaku disangka Pasal 112 dan 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

a�?Untuk Pasal 114, nanti tergantung hasil penyidikan seperti apa. Sementara ini kita juga masih memburu dari mana pelaku membeli barang,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka