Ketik disini

Metropolis

Materinya Ngagetin!

Bagikan

MATARAM – Para peserta Lombok Post Media Course (LPMC) kemarin (18/11), mengikuti class pertamanya di Graha Pena Lombok. Coach Febrian Putra, tampil pertama kali, memberikan materi tentang dasar jurnalistik.

Materi ini harus dikuasai oleh wartawan. Seperti, penjelasannya, wartawan tidak hanya harus bisa menulis berita, tetapi juga menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of jurnalisme) agar dapat menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar.

Kesan pertama dari para peserta yang hadir beragam. Novita Dewi Ariyanti, salah satu peserta mengaku cukup terkesan dengan materi yang diterimannya.

a�?Kesan pertama, materinya ngagetin,a�? kata Novita, tanpa ragu.

Selama ini ia mengira, dunia jurnalisme hanya berbicara tentang kotak kecil yang berisi 5W + 1 H (what, who, when, where, why, how). Tetapi rupanya, kelas pertama LPMC, berhasil membuka cakrawala berfikir lulusan S2 Universitas Surabaya ini. Dia mengira, persoalan menulis berita hanya tentang alur berita dan unsur berita.

a�?Tetapi ternyata luas dan banyak sekali,a�? imbuhnya, semringah.

Gadis yang mengaku tahu tentang program LPMC dari koran Lombok Post, kini bisa memahami kenapa tulisan yang kerap dibuatnya, selalu saja rasanya berbeda dengan hasil karya jurnalistik wartawan. Padahal ia yakin yakin sudah memenuhi semua unsur berita. Tetapi, tetap saja a�?cita rasaa�� cara penyampaian beritanya berbeda.

a�?Kebetulan saya ikut organisasi Hakka Lombok, kerap diminta membuat artikel di web atau media sosial. Saya fikir, ilmu ini nanti bisa saya terapkan untuk meningkatkan ketertarikan orang membaca beritanya,a�? terangnya.

Gadis keturunan Tionghoa ini sekarang mengerti, judul dan lead tulisan, sangat besar pengaruhnya pada tingkat ketertarikan orang untuk membaca lebih lanjut.

a�?Pekerjaan saya memang jauh dari jurnalistik,A� tetapi ini skill yang sangat pantas saya miliki,a�? ujarnya mantap.

Ia yakin, pengetahuan tentang dasar jurnalistik yang disebutnya sebagai a�?ngagetina��, tadi hanya bisa didapat dengan LPMC. Sejauh upayanya mengenal dunia jurnalistik, ia belum pernah mendapat penjelasan sedetail class LPMC.

a�?Ini (materinya) sepertinya eksklusif di sini, belum saya temukan di internet,a�? jawabnya.

General Manager (GM) LPMC Wulan Yuliana, disela-sela meninjau class pertama LPMC mengaku puas. Itu karena pesertanya ternyata meliputi banyak kalangan. Dari kalangan perseorangan, perusahaan hingga instansi pemerintah ikut menikmati pengetahuan tentang jurnalisme di LPMC.

a�?Ini class pertama. Kami bangga, karena LPMC mewadahi banyak kalangan,a�? kata Wulan.

Banyaknya perwakilan yang ikut serta diharapkan dapat menjadi langkah baik, mengedukasi banyak pihak tentang LPMC. Wulan yakin dengan kesan positif dari peserta di pertemuan pertama ini, menandakan materi tentang LPMC memang berbeda dengan lembaga course lainnya.

a�?Kami memang beda. Materinya jauh dari kesan normatif. Para coach yang kami hadirkan, bukan hanya orang berbekal teori saja, tetapi para pelaku dunia jurnalistik,a�? imbuhnya.

Ia kembali menegaskan, jika sebelumnya LPMC punya mimpi besar ikut mencerdaskan bangsa di bidang jurnalistik, maka itu bukan orasi promosi belaka. Tetapi, ini bisa dibuktikan nantinya dengan output dari peserta LPMC adalah orang-orang yang mampu mengolah informasi dengan kemasan menarik dan edukatif.

a�?Mereka masih akan terus didril. Masih ada tujuh pertemuan dengan materi yang berbeda-beda, untuk membuat para peserta menemukan kekuatan tulisannya masing-masing,a�? tutupnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka