Ketik disini

Headline Kriminal

Tangkap Pengolah Kayu Haram!

Bagikan

MATARAM – Aparat hukum bersama Dinas Kehutanan (Dishut) NTB, membuktikan janjinya meminimalisir A�illegal logging. Kemarin (18/11), sejumlah usaha pengolahan kayu (sawmill) di wilayah Narmada dan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), didatangi petugas.

Kedatangan mereka, untuk mengecek izin usaha pengolahan kayu. Sebabnya, industri penggergajian kayu ini A�ditengarai menjadi penyebab maraknya penebangan pohon secara liar di wilayah Lobar.

Kepala Dishut NTB Husnanidiaty Nurdin menyebutkan, pihaknya telah meminta aparat kepolisian untuk menangkap dan memproses sawmill tanpa izin. a�?Kita sudah bicarakan itu dengan kepolisian dan satpol PP juga. Jadi kalau tidak ada izin, langsung ditindak,a�? kata dia.

Eny, sapaan akrab Husnanidiaty Nurdin mengatakan, selain menyisir langsung di kawasan hutan, pihaknya juga fokus pada usaha pengolahan kayu.

Menurut dia, kini banyak masyarakat menggunakan sawmil portabel. Sehingga mobilitasnya mampu menjangkau hingga ke dalam hutan.

a�?Ini (sawmill portabel, Red) jelas-jelas untuk menebang kayu. Apakah mereka ada izinnya? Kalau tidak ya bisa kita tahan langsung,a�? tegasnya.

Maraknya pengolahan kayu portabel tersebut kini menjadi salah satu perhatian dinasnya. Eny mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), selaku instansi yang mengeluarkan izin.

a�?Sebenarnya kita terus bergerak, mengatur strategi untuk menyelesaikan persoalan illegal logging ini, salah satunya ya penertiban sawmill,a�? ungkapnya.

Selain pengolahan kayu yang tidak berizin, Dishut tetap memantau sawmill yang memiliki izin. Eny tidak menjamin mereka tidak akan diproses hukum, meski mengantongi izin.

a�?Kita evaluasi semua, tertibkan. Kalau tidak sesuai aturan, sudah pasti izinnya akan kita cabut,a�? kata dia.

Lebih lanjut, kata Eny, izin pengolahan kayu dikeluarkan Disperindag. Khusus untuk NTB, terdapat 20 pengolahan kayu yang memiliki izin.

a�?Tapi itu tetap masuk dalam pengawasan kita juga,a�? ujar mantan Sekretaris Bakorluh ini.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka