Ketik disini

Metropolis

Warga Miskin Nambah, Jatah Tetap

Bagikan

MATARAM -A� Jumlah masyarakat miskin di Kelurahan Karang Pule bertambah. Namun bantuan beras miskin (raskin) tidak bertambah. Akibatnya, sebagian warga miskin terpaksa gigit jari, karena tidak bisa menerima raskin.

“Sebelumnya jumlah penerima raskin sebanyak 870 warga,” kata H Taufiqurrahman, Lurah Karang Pule kemarin (18/11).

Taufiq melanjutkan, data tersebut diambil tahun 2011. Padahal saat ini, jumlah warga miskin di kelurahannya sudah mencapai 900 warga.

Ia melanjutkan, pihak kelurahan telah menyerahkan data terbaru jumlah masyarakat miskin. Data tersebut diserahkan pada awal tahun lalu. Namun hingga jelang akhir tahun, jumlah raskin yang diterima masih sama.

Taufiq mengakui jika kemiskinan di Kelurahan Karang Pule masih terbilang tinggi. Warga miskin hampir merata di setiap lingkungan. Kemiskinan ini didominasi buruh kasar dan pedagang bakulan.

“Lingkungan Karang Pule terbilang paling banyak warga miskinnya,” sambungnya.

Kondisi ini membuat pembagian raskin terpaksa harus disamaratakan. Jatah warga yang terdata dibagikan juga pada warga tak terdata.

“Mereka harus saling mengerti satu sama lain,” pungkasnya.

Sistem pembagiannya sendiri diserahkan pada masing-masing kepala lingkungan. Kepala lingkungan kemudian mendistribusikan pada ketua RT setempat. Setelah itu baru dibagikan pada warga miskin.

Namun Taufiq mengaku, penerima raskin berdasarkan beberapa kriteria. Di antaranya warga berpenghasilan di bawah UMR. Selain itu juga dilihat kondisi rumah penerima bantuan.

“Tidak sembarangan kita pilih,” tandasnya.

Ia berharap, bantuan raskin ditambah. Selain itu, data warga miskin dapat disesuaikan lagi dengan kondisi di lapangan. (fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka