Ketik disini

Metropolis

BPM Ngutang 20 Rumah

Bagikan

MATARAM – Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Mataram tahun ini hanya menyelesaikan 30 rumah dari rencana awal 50 rumah kumuh yang akan diperbaiki. Alasan pengetatan anggaran membuat 20 rumah kumuh lainnya terpaksa dipending hingga tahun depan.

“Benar itu. Alasannya semua sudah tahu, anggaran,a�? kata Kepala BPM Kota Mataram H Syaiful Mukmin, kemarin(22/11).

Rumah-rumah yang sudah diperbaiki ada di Kelurahan Pejanggik, Ampenan Selatan, dan Mayura. Masing-masing kelurahan 10 rumah.

Untuk setiap rumah, anggarannya tujuh juta rupiah. Diberikan dalam bentuk bahan bangunan, dengan mendorong pola swadaya masyarakat untuk membantu sesama. a�?Partisipasi memang selalu didorong di BPM,a�? ujarnya.

Sedangkan yang belum ada di Kelurahan Ampenan Tengah dan Pagutan Barat. Padahal 20 rumah kategori rumah kumuh atau tak laik huni sudah mendapat sosialisasi dan nama-nama penerima pun sudah didata. “Ya harus sabar,a�? katanya.

Lantas bagaiamana dengan rencana pembubaran BPM? Apakah hal itu akan berdampak pada 20 hutan perbaikan rumah yang tak tuntas tahun ini? Terkait itu, Syaiful Mukmin belum bisa berkomentar banyak. Dia pribadi tak tahu pasti. a�?Wallohualam,a�? katanya pasrah.

Namun secara aturan, sejumlah bagian dari SKPD yang kini dipimpinnya akan ada dalam struktur Kementerian PUPR. Artinya, sebagian akan dilebur pada Dinas PU Kota Mataram. a�?Kemungkinan ke sana, tapi saya belum tahu juga,a�? pungkasnya.

Yang jelas ia berharap hutang 20 perbaikan rumah itu tetap bisa dilanjutkan. Masyarakat yang telah didata lanjutnya pasti sangat berharap akan perbaikan tersebut.

Sebelumnya, Kabag Humas Pemkot Mataram L Alwan Basri menerangkan masalah pemberdayaan masyarakat akan menjadi tanggung jawab kecamatan dan kelurahan. Tak ada lagi SKPD khusus. a�?Itu merujuk surat mendagri,a�? ujarnya dalam sebuah kesempatan. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka