Ketik disini

Selong

Fokus Tangani Tunggakan Kasus

Bagikan

SELONG – Sejumlah kasus pidana yang terjadi di Lombok Timur (Lotim) masih belum tuntas. Untuk itu, Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Antonius F Gea mengaku kini tengah fokus menangani tunggakan tersebut. Pria yang baru saja dilantik menggantikan Kasatreskrim sebelumnya AKP Wendy Oktariansyah ini mengaku telah memetakan mana saja kasus yang menjadi prioritas.

“Kita fokus untuk menyelesaikan sejumlah kasus yang sudah masuk dulu. Memang jumlah kasus yang ada di NTB ini khususnya di Lotim cukup banyak,” ungkap mantan Kasatreskrim Kota Bima ini kepada wartawan.

Mulai dari kasus perampokan, pencurian hingga kasus korupsi. Sejumlah kasus ini kini dalam tahap penyelidikan. “Kalau dibandingkan dengan Kepulauan Riau. Jumlah kasus di NTB sangat tinggi. Di sana (Kepri, Red) kita ungkap tujuh kasus saja itu sudah lebih dari 50 persen. Kalau di sini, kita ungkap puluhan kasus saja belum bisa mencapai 30 persen,” bebernya.

Untuk itu, Satreskrim Polres Lotim dikatakannya tengah fokus menyelesaikan sejumlah kasus yang diprioritaskan. Diantaranya ambruknya Jembatan Sekarteja, kasus korupsi pembangunan sarana dan prasarana wisata kawasan Hutan Pusuk Sembalun, kasus Pungli bantuan sosial bagi nelayan hingga kasus pembobolan ATM. “Kalau untuk kasus Jembatan Sekarteja, saat ini kami masih menunggu hasil uji dari pakar ITS Surabaya. Sampai saat ini hasil uji labnya belum keluar,” kata Antonius.

Sementara untuk kasus korupsi sarana prasarana penataaan kawasan wisata Pusuk Sembalun dijelaskan saat ini masih dalam proses. Sejumlah pihak terkait sudah dimintai keterangan. “Kalau kasus yang itu, pembangunan proyeknya belum rampung. Konstruksi bangunan juga tidak sesuai spesifikasi,” jelasnya. Sedangkan terkait kasus pembobolan ATM Bank Mandiri yang menewaskan satu orang, kini pelaku sudah diidentifikasi. “Raut wajah dan ciri-cirinya sudah kita ketahui dari rekaman CCTV yang merekam kejadian tersebut,” ujarnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka