Ketik disini

Headline Opini

Guru Dikenang karena Karyanya (Renungan Hari PGRI 2016)

Bagikan

Tema Hari Guru 2016.

THOMASA� Alva Edison dikenang karena karyanya menciptakan bola lampu. Setiap kita menghidupkan lampu pasti teringat tokoh penciptanya.A� Begitu pula tokoh-tokoh lain, akan selalu dikenang karena karyanya. Bagaimana tentang guru? Siswa akan mengenang ketika teringat peran guru terhadap dirinya. Seorang guru melatih kreativitas, inovasi serta mengajak siswa untuk menjadi pemikir.

Melalui karya-karya yang dihasilkan, guru akan dikenang oleh siswanya. Entah karena jargon, kita sering mendengar kalimat, a�?Guru mulia karena karya.a�? Jadi, kemuliaan seorang guru dilihat dari karya-karyanya.

Lantas, bagaimana jika guru setiap hari malas masuk kelas? Atau guru masuk tetapi hanya menugaskan siswa untuk mencatat, mengerjakan soal latihan, setelah itu guru keluar tanpa kesan? Apa karya yang dihasilkan guru model seperti itu, kecuali menyisakan karakter buruk pada siswa. Mungkin saja, siswa akan meniru.

Pada hari guru tahun 2016 ini, mari kita merenung sejenak, a�?Adakah karya guru kita bisa dikenang?a�? Apalagi PGRI NTB menetapkan tema HUT, a�?Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.a�? Dari tema tersebut, timbul pertanyaan, a�?Kesadaran kolektifA� yang bagaimana menjamin peningkatan mutu pendidikan di NTB?a�? a�?Siapa yang memulai untuk membangkitkan kesadaran itu?a�?

Kumpulan pertanyaan tersebut tentu mengaduk perasaan guru. Menurut hemat kami, kesadaran kolektif guru yang dibutuhkan saat ini adalah berani berkarya, rajin berinovasi dan berkreativitas. Karya-karya tersebut lakukan secara massal. Karena karya-karya guru, membuat siswa, orang tua siswa bahkan masyarakat akan selalu mengenang jasa-jasanya.

Sesungguhnya, sejauh ini seorang guru dalam menjalankan kariernya telah menghasilkan karya yang bermanfaat yakni anak-anak bangsa yang berhasil menjadi presiden, menteri, anggota legislatif dan berbagai profesi lainnya. Semakin banyak karya yang bermanfaat maka semakin mulialah guru tersebut.

Indonesia saat ini, tentu saja merindukan figur-figur guru yang mampu berkarya memberikan dorongan dari belakang, menciptakan ide dari tengah, dan memberikan teladan kepada para siswa sehingga akhirnya sang guru tesebut selalu dikenang seperti bapak K.H. Dewantara.

Saat ini, sangat dinanti karya guru yang mengsinpiratif. Bangsa kita telah lama menanti aksi nyata guru masa kini, untuk mewujudkan janji kemerdekaan yakni a�?Mencerdaskan kehidupan bangsaa�? Karena sesungguhnya wajah generasi emas bangsa tahun 2045 adalah hasil karya bapak dan ibu guru saat ini. Cetakan wajah generasi emas Indonesia tergantung kepiawian tangan-tangan terampil guru masa kini.

Karya guru yang memaksimalkan pembelajaran di luar kelas, akan menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan yang mandiri dan berkepribadian sesuai dengan kondisi riil. Kenalkan mereka masalah-masalah berat bangsa saat ini, untuk menjadikan mereka lebih kuat di masa datang.

Kenalkan peserta didik tentang kearifan lokal sebagai sendi-sendi budaya nasional yang sewaktu-waktu mengancam persatuan Indonesia.Oleh karena itu,A� guru wajib menciptakan karya teknik pembelajaran yang termutakhir mendorong generasi pendidikan yang a�?meleka�? (membuka mata) untuk menatap dan melangkah di masa depan.

A�Langkah pertama guru

Apa langkah pertama yang harus dilakukan guru agar dapat menghasilkan karya yang dikenang selamanya? Pada kesempatan ini, izinkan penulis mengajukan saran sebagai bahan renungkan para guru. Mengingat guru adalah kunci dan pendidikan adalah gerakan maka sewajarnya guru memiliki mindset untuk berubah keararah yang lebih baik.

Jika kunci diam tidak memutar (tidak berubah) pada lubang anak kunci maka tidak akan terjadi perubahan. Kemudian, pendidikanlah yang menggerakkan. Konsep pendidikan yang sudah dirintis K.H. Dewantara dapat menggerakkan kebuntuan sebuah kunci. Gerakan tersebutA� sesuai dengan pola mindset guru. Nah, disinilah guru harus segera berkarya menjadi seorang pembelajar yang terus menerus melayani. Berikut tindakan yang bisa dilakukan guru:

Pertama: Datanglah ke sekolah lebih awal dari siswa. Ketika bertemu pertama dengan siswa pagi itu, sambutlah mereka dengan seyuman yang menunjukkan rasa senang dan kepedulianA� atas kehadirannya. Periksa keadaan kelas bersama-sama siswa. Lakukan persiapan mengajar di depan kelas, misalnya meletakan alat pelajaran sehingga ketika siswa masuk kelas, guru telah siap. Berusahalah agar guru tidakA� terlambat ke kelas karena guru harus menjadi panutan siswa;

Kedua :Guru sebaiknya selalu mempersiapkan pembelajaran yang inovatif, tampil beda dari sebelumnya sehingga siswa semakin penasaran. Kreativitas guru memberikan suasana yang segar tetapi tetap terfokus pada kondisi nyata;

Ketiga: Guru hendaknya memulai pembelajaran dengan kebiasaan yang menumbuhkan sikap-sikap positif siswa misalnya membaca buku non pelajaran sebelum masuk kelas, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum berdoa di dalam kelas dan menumbuhkan sikap kearifan lokal yang sudah berkembang sejak zaman dahulu;

Keempat: Guru hendaknya mengenal nama-nama peserta didik denganA� tingkat pencapaian akademis saat ini kemudian melakukan tindakan yang tepat terhadap mereka. Misalnya anak yang cerewet disiapkan layanan kebiasaan bercerita, siswa yang pendiam diajak kerja kelompok. Oleh karena itu, guru selalu ada disamping siswa;

Kelima: Guru terbiasa memuji keberhasilan anak dan tidak membentak jikaA� siswa salah atau melakukan hal negatif. Suasana menyenangkan hendaknya terus dijaga, berlanjut sampai akhir pembelajaran. Kalau ada siswa yang menjengkelkan, kemudian guru marah besar mengakibatkan suasana berubah tegang menyeramkan. Inilah yang perlu direvolusi mental guru, jadikan sekolah/kelas sebagai taman yang menyenangkan;

Keenam: Guru hendaknya secara rutin berkonsultasi dengan teman kolega atau guru senior, setiap kali menemukan permasalahan dalam pembelajaran. Siapkan waktu khusus atau insidentil untuk diskusi fokus tentang permasalahan pembelajaran;

Ketujuh: Guru hendaknya selalu mencoba apapun yang bisa meng-asyikkan sekaligus menghasilkan produk bagi perkembangan peserta didik. Untuk berkembang, lakukan mulai dari yang sederhana, mulai dari yang kecil sampai kepada yang lebih kompleks;

Kedelapan: Tingkatkan kemitraan dengan orang tua siswa dalam upaya membenahi atau meningkatkan potensi peserta didik. Tugas mendidik bukan guru saja tetapi semua pihak di luar siswa. Bisa disepakati jadwal pertemuan antara siswa, orang tua siswa dan guru.

Sebagai penutup, penulis sajikan cuplikan karya sastra untuk memulai langkah pertama untuk berkarya. Jangan terpengaruh jika ada guru yang belum berkarya.

Jangan tunggu bintang jatuh dari langit

Jangan tunggu segalanya siap

Jangan tunggu detik-detik terakhir

Jangan tunggu kesempatan datang

Jangan tunggu hari terang

jangan tunggu keadaan mengubah anda

Jangan tunggu dilayani

Jangan tunggu keajaiban

Jangan Tunggu kapal datang

Jangan tunggu krisis berlalu

Jangan tunggu menjadi tua,lalu berkata ” Seandainya saya melakukannya”

(Sulaiman Budiman,2010:91-92)

Selamat melangkah untuk berkarya di bidang pendidikan. Masyarakat menanti KARYA NYATA GURU MASA KINI. A�Jika guru selalu berkarya, pasti dikenang selamanya. Sebaliknya, jika guru tidak berkarya, maka silakan renungkan apa yang terjadi. Selamat hari guru! Dirgahayu PGRI.

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka