Ketik disini

Praya

TNI AU Persempit Gerak Penyelundup

Bagikan

PRAYA – Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Bambang Gunarto mulai memperketat, penjagaan di beberapa titik rawan di Lombok International Airport (LIA) di Praya Lombok Tengah (Loteng). Khususnya, area tersebut sering digunakan para pelaku penyelundup bibit lobster.

a�?Lubang-lubang tikus, kita perketat. Tidak boleh sembarangan orang keluar masuk, siapa pun itu,a�? tegas Kolonel Pnb Bambang Gunarto, kemarin (22/11) di halaman VIP bandara.

Kasus penyelundupan bibit lobster yang melibatkan orang dalam PT Angkasa Pura I (AP) belum lama ini, kata Bambang akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi TNI Angkatan Udara (AU), yang bertugas di bandara. Dengan begitu, AU mulai memperketat penjagaan di beberapa titik rawan, dibantu otoritas bandara, Kodim 1620/Loteng dan Polres.

Orang nomor satu dijajaran TNI AU NTB itu pun, tidak ingin kasus yang sama terjadi kembali. Untuk itulah, pihaknya meminta agar semua komponen di bandara, bersatu memerangi penyelundupan, siapa pun itu. a�?Saat ini, kami menyiagakan anggota sebanyak 20 orang di bandara,a�? kata Bambang.

Mereka, terang Bambang bertugas dibeberapa titik rawan terjadinya penyelundupan lobster. Termasuk, menjaga keamanan dan ketertiban di area steril. Di jarak 5 kilometer (km) dari bandara, TNI AU lagi-lagi tetap menjalankan fungsinya bekerja sama dengan Kodim dan Polres.

a�?Sejak kejadian penyelundupan lobster yang melibatkan pegawai kami, maka otoritas bandara mulai memperketat penjagaan,a�? sambung General Manager PT AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita, terpisah.

Pola penjagaannya, kata Ardita tidak saja menempatkan personel keamanan. Tapi, memperbanyak CCTV. Dengan begitu, seluruh aktivitas di bandara terpantau dengan jelas. a�?Terhadap, oknum pegawai kami yang terlibat, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat hukum,a�? ujar orang nomor satu dijajaran PT AP I LIA ini.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka