Ketik disini

Sumbawa

Dinas PU Dituding Serobot Lahan Warga

Bagikan

SUMBAWA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumbawa dituding menyerobot lahan milik warga di Tanjung Menangis. Dugaan penyerobotan lahan itu terjadi saat Dinas PU membangunan akses jalan yang melewati lahan salah seorang warga, Mulyadi.

Perwakilan pemilik lahan, Abdul Hatap mengatakan, luas lahan milik Mulyadi di kawasan Tanjung Menangis sekitar dua hektare. Lahan yang diduga diserobot oleh Dinas PU untuk pembangunan jalan membelah lahan tersebut.

Pihak Mulyadi tidak memberikan izin untuk membuka jalan. Awalnya, pemilik memberikan ruang kepada masyarakat untuk melalui lahan tersebut. Namun, tiba-tiba dilakukan pengerasan jalan yang membelah lahan tersebut.

”Tiba-tiba saja tanpa pemberitahuan ada pengerasan oleh Dinas PU,” ujar Hatap kepada wartawan, kemarin(23/11).

Dia memaparkan, untuk jalan tersebut ada dua pemilik lahan lainnya sudah sepakat menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan jalan. Sehingga jalannya menjadi lurus dan tidak berbelok. Dia mempertanyakan kenapa pembangunan jalannya harus di lahan milik Mulyadi, padahal jalannya berbelok.

Setelah itu, pihaknya langsung mendatangi PU dan mempertanyakan jalan yang sudah diaspal tersebut. Selain itu, pihaknya juga memasukkan surat pengaduan ke Polres Sumbawa terkait persoalan ini. Pihak Mulyadi meminta kepolisian untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan ini.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas PU SumbawA� Armawan Jaya yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan surat yang dikirimkan oleh pihak pemilik lahan tidak melalui pimpinan di Dinas PU. Melainkan langsung kepada bidang yang menangani persoalan tersebut.

”Kalau secara birokrasi kan suratnya ke pimpinan. Dibaca pimpinan kemudian didisposisi ke bidang. Tapi setelah datang secara pribadi, barulah diketahui terkait persoalan ini,” ungkapnya.

Armawan menjelaskan, secara peta memang ada pengurangan lahan sebesar 637 meter persegi milik Mulyadi. Diperkirakan pengurangan lahan itu akibat pembangunan jalan itu. Lahan milik Mulyadi memang dilalui oleh Jalan Samota juga, tapi di bagian ujung. Untuk lahan yang dilalui Jalan Samota, memang tidak dipersoalkan oleh Mulyadi dan sudah diberikan kompensasi.

Menurut Armawan, dengan pembangunan jalan ini pihaknya belum bisa dikatakan melakukan penyerobotan. Sebab, jalan tersebut sudah mulai dikerjakan sejak 2008 lalu. Sehingga pada 2010 dilakukan pengerasan jalan di lahan tersebut.

Namun, saat itu tidak ada keberatan yang masuk ke Dinas PU. Sehingga pada 2014 pihaknya membuat existing jalan kabupaten untuk wilayah cepat tumbuh. Dimana salah satu penunjangnya adalah jalan tersebut.

”Oleh karena itu, melalui keputusan bupati nomor 1083 tahun 2014, di sinilah itu (jalan, red),” katanya sambil menunjukkan sketsa jalan di lahan tersebut.

Karena tidak ada keberatan, dilakukanlah pengerjaan jalan pada Juni 2016 lalu. Atas dasar SK dan existing jalan, maka dilakukanlah penanganan. Ketika dalam proses pelelangan, barulah ada komplain terkait pembangunan jalan tersebut. Untuk penyelesaiannya, sudah dilakukan pembahasan di ruangan Asisten I Setda Sumbawa.

Berdasarkan fakta hukum, tidak bisa dipungkiri bahwa lahan tersebut adalah milik Mulyadi. Karena itu, pihaknya akan mencoba untuk menelusuri kembali langsung kepada pemilik lahan. Apakah Mulyadi selaku pemilik lahan A�mempersoalkan pembangunan jalan ini atau tidak. ”Ini dalam proses kita menyelesaikan dengan pemilik,” pungkasnya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka