Ketik disini

Metropolis

Jaga Kebersamaan, Junjung Tinggi Toleransi

Bagikan

MATARAM – Keragaman suku budaya dan agama adalah kekayaan sekaligus sumber kekuatan bangsa Indonesia. Untuk itu, rasa persatuan dan kesatuan harus terus dipupuk agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.

Pesan kebangsaan ini terungkap dalam Silaturrahmi Kebangsaan yang diselenggarakan Pemprov NTB di gedung Graha Tata Praja, kemarin (23/11). Silaturahmi dengan tema a�?Implementasi Nilai-nilai Kebangsaan yang Bersumber dari Bhineka Tunggal Ikaa�? ini dihadiri warga lintas agama seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Ada juga organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, NW, PHDI, PSMTI, Walubi, PGI dan Dekenat NTB, juga tokoh agama, tokoh adat, forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), dan dewan.

Peserta yang hadir merepresentasikan keberagaman yang ada di NTB, mereka mengadakan dialog bersama dan membicarakan masalah kebangsaan. Hadir sebagai pembicara utama adalah Sekretaris Utama Lemhanas RI Komjen Pol Arif Wachyunadi, dan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi.

Dalam kesempatan itu, Komjen Pol Arif Wachyunadi mengajak seluruh warga negara menjaga kebersamaan. Dalam kehidupan berbangsa, masyarakat harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain itu mempertahankan nilai-nilai gotong royong di tengah kehidupan masyarakat. a�?Jadi kegiatan seperti ini kalau boleh ya diadakan sekali sebulan, tidak mesti karena ada kasus,a�? harapnya.

Merekat kebhinekaan bisa dilakukan dengan menghargai pendapat dan keyakinan orang lain. Sebab faktanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam, tapi meski berbeda-beda tapi tetap satu jua. Melalui silaturahmi kebangsaanlah persatuan itu dipupuk. Melalui pertemuan masyarakat saling tahu dan mengerti keinginan dan tujuan bersama. Sehingga bisa mencari solusi bersama. a�?Tapi kalau tidak ketemu maka tidak mungkin tahu apa yang dimau,a�? katanya.

Terkait kasus Ahok, pria yang pernah menjabat Kapolda NTB itu meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya pada kepolisian. Saat ini penyidikan masih sedang berproses. Kata dia masyarakat bisa mengawasi proses penyidikan itu. Ia berharap kasus Ahok tidak menggangu stabilitas keamanan. a�?Mudahan tidak,a�? katanya.

Menurutnya, kerukunan antar umat bergama di NTB sudah sangat baik, maka hal ini harus dijaga bersama. Bahkan terus ditingkatkan agar stabilitas keamanan tetap terjaga. Karena pada akhirnya nanti akan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.

Ia mengingatkan, salah satu ancaman serius ke depan adalah aksi terorisme. Ia menyebutkan,A� dari 10 pelaku pemboman Bali I, diketahui mereka sangat ahli dalam merancang bom dan membuat aksi teror. Mereka adalah jebolan kelompok Mujahidin di Pakistan, meski dengan jumlah yang sedikit mereka bisa melakukan sejumlah aksi teror di Indonesia. Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah masih ada 310 orang WNI yang menjadi militan Mujahidin dan saat ini belum diketahui keberadaannya.

Untuk itu ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengantisipasi, melakukan langkah-langkah perventif dengan mengawasi setiap titik dan tempat yang mencurigakan. a�?Harus diawasi bersama-sama,a�? imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGBA� HM Zainlul Majdi mengatakan, ke depan semua elemen harus memperbanyak silaturahmi. Kegiatan seperti ini tidak hanya diinisiasi oleh satu kelompok tapi harus diperbanyak. Dengan banyak silaturahmi, maka berita-berita buruk terutama dari media sosial bisa dihilangkan. a�?Kalau kita berjumpa langsung, berinteraksi, berjabat tangan, maka akan banyak masalah yang bisa diselesaikan bersama,a�? tandasnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka