Ketik disini

Politika

Jangan Panik Dievaluasi

Bagikan

MATARAM – Guna mengetahui kinerja wakil rakyat, sudah seharusnya dievaluasi melalui fraksi-fraksi. Namun, tidak sedikit dari anggota dewan ketika ada pemanggilan evaluasi, justru menjadi panik dan gugup.

a�?Jangan panik ketika dievaluasi,a�? kata Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan, kemarin(23/11).

Kepanikan itu dicurigai karena pemanggilan Ketua DPRD NTB Fraksi Partai Golkar Hj Baiq Isvie Rupaeda oleh Ketua DPD I Partai Golkar NTB HM Suhaili FT. A�Menurutnya, jika selama kepemimpinan mewakili rakyat tidak ada hal-hal yang dirasa negatif tidak perlu dihindari. Bila perlu, saat dievaluasi didukung dengan laporan kinerja tahunan anggota dewan. Berdasarkan tata tertib (tatib) DPRD dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (permendagri) laporan kinerja tahunan disampaikan pada rapat paripurna.

a�?Kalau sudah punya laporannya, saat dievaluasi tinggal tunjukkan saja,a�? jelas politisi PKS ini.

Diakui Johan, selama tiga periode keanggotaannya di DPRD NTB belum ada pelaksanaan laporan kinerja tersebut. Padahal laporan kinerja tertuang jelas dalam tatib Pasal 49 Ayat 10 Huruf a dan b, serta Pasal 47 Huruf k tentang Laporan Kinerja Tahunan pada Paripurna.

a�?Biasanya dilaporkan saat habis masa jabatan,a�? ucap Johan.

Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar HM Suhaili FT mengakui melakukan evaluasi terhadap kadernya yang menempati posisi sebagai anggota dewan. Tujuannya untuk mengedepankan kesantunan. Ia juga mengakui telah memanggil Isvie ke kediamannya.

a�?Ya saya panggil, tapi itu urusan internal,a�? ujarnya.

Menanggapi rumor bahwa kadernya akan digeser dari kursi pimpinan dewan Udayana dibantah Suhaili. Bupati Lombok Tengah ini menilai kinerja Isvie selama menjabat tidak ada yang buruk.

a�?Tidak benar, kalau ada masalah kita selesaikan. Kinerja dia (Isvie, Red) juga bagus,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka