Ketik disini

Giri Menang

Kebutuhan Dapur Terpenuhi, Anak-Anak Bisa Sekolah

Bagikan

Keberadaan tempat pengolahan sampah di Dusun Jelateng didukung penuh oleh warga sekitar. Sebagian warga bahkan mengaku dapat berkah dari adanya tempat pengolahan tersebut.

***

WARGAA�sekitar yang sebelumnya hanya bekerja serabutan berubah manjadi berkecukupan. Bekerja sebagai pengepul sampah, membuat warga punya penghasilan tetap setiap hari.

Bahkan, menurut pengakuan sejumlah warga yang bekerja di sana, keberadaan pengolahan sampah itu menjadi berkah tersendiri. Menjadi tukang bersih sampah, warga mendapat penghidupan yang layak.

Salah seorang warga yang merasakan betul kehadiran pengolahan sampah itu adalah Inak Midah, 40 tahun. Perempuan yang mengaku tidak memiliki sawah ini, mengatakan, dari menjadi pengepul sampah kini dia berhasil menyekolahkan tiga anaknya. “Alhamdulillah secara penghasilan, sudah lumayan cukup,a�? akunya.

Meskipun terkesan kotor dan bau. Dan setiap hari harus bergelut dengan sampah, Inak Midah mengaku bersyukur. Di saat warga lain mencari rezeki dengan penuh keringat dan panas-panasan. Dia hanya cukup duduk santai, hanya bermodalkan sebilah pisau untuk mengupas sampah plastik yang kotor. “Ini pekerjaan sambilan, tidak ada risiko,a�? imbuhnya.

Selain membersihkan sampah, Inak Midah dan ibu-ibu lainnya di Dusun Jelateng juga mendaur ulang sampah-sampah plastik menjadi produk layak pakai. Sayangnya, itu tidak bertahan lama. Karena mereka mengaku lebih nyaman menjadi tukang bersih sampah.

Untuk menambah penghasilan dari pengepul sampah, Inak Midah bersama warga lainnya membuat kelompok arisan. Dari lima kelompok arisan itu, jumlah setorannya berbeda-beda. Mulai dari Rp 25 ribu, Rp 50 ribu hingga paling sedikit Rp 10 ribu per hari.

Di sisi lain, berkat profesi sebagai pengepul sampah, kesadaran warga sekitar membuang sampah sembarang pun semakin meningkat. Khusus sampah plastik, di Dusun Jelateng hampir tidak ditemukan. Karena warga sekitar mengumpulkan untuk dijual langsung ke tempat pengolahan tersebut.

Berurusan dengan sampah tentu rentan dengan berbagai penyakit. Kasiah, warga lainnya mengaku selama tiga tahun bekerja, tidak pernah ada masalah kesehatan serius. Hal inilah yang membuatnya setia menekuni pekerjaan ini. “Paling demam biasa, tapi tetap keluar kerja,a�? katanya.

Kepala Dusun Jelateng, Desa Gegerung H Zaelani mengatakan sejak adanya tempat pengolahan sampah itu, kehidupan warga sehari-hari tercukupi.A� Bahkan warga mendapat fasilitas dan terangkat secara pekonomian. Selain itu, tingkat kriminalitas di Dusun Jelateng pun cendrung menurun. “Sekarang sebagian besar warga di sini tergantung pada keberadaan sampah,a�? tandasnya.

Karena itu, ia pastikan keberadaan pengolahan sampah yang luasnya sekitar lima are tersebut didukung penuh oleh masyarakat. a�?Yang jelas warga di sini sangat terbantu secara perekonomian dan fasilitas,a�? ujarnya. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang./r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka