Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Akses Modal ke Koperasi Masih Lemah

Bagikan

Serangkaian HUT NTB ke-58, Lombok Post TV bekerja sama dengan Biro Humas dan Protokol Setda NTB menggelar talkshow. Kali ini menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Hj Putu Selly Andayani dan akademisi Unram Hj Zainuri. Diskusi ber tema Kontribusi Koperasi dan Pengusaha Menengah di NTB.

***

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Hj Putu Selly Andayani diawal perbincangan menjelaskan koperasi dan UMKM senantiasa diarahkan lebih mandiri , berkualitas dan berdaya saing. a�?Peran dari Dinas Koperasi dan UMKM adalah memberikan pelatihan-pelatihan kepada koperasi dan UMKM,a�? katanya.

Untuk membangun koperasi profesional, saat ini pihaknya berupaya mereformasi koperasi. Hal ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan.

a�?Salah satunya itu bagaimana cara meningkatkan capacityA�building koperasi,a�? tandasnya.

Seperti diketahui, koperasi itu berasal dari anggota, untuk anggota, dan oleh anggota. Saat ini jumlah koperasi di NTB sebanyak 4.077unit. Sementara koperasi yang aktif hanya 2.412 unit.

a�?Sisanya tidak aktif karena tidak melakukan RAT dua kali berturut-turut, domisili tidak jelas, termasuk tidak ada usahanya, dan ada yang membubarkan diri,a�? sambungnya.

Tahun depan, Menteri Koperasi berencana membubarkan sebanyak 393 koperasi di NTB. Koperasi yang akan dibubarkan ini usulan dari kabupaten/kota dan langsung ditindaklanjuti di pusat.

a�?Bila SK telah keluar dari pusat akan langsung cek di lapangan. Bila dilihat koperasi tersebut bisa dihidupkan lagi maka akan dihidupkan. Jadi mematikan koperasi belum harga mati,a�? tegasnya.

Tidak aktifnya koperasi, salah satunya karena regenerasi yang kurang. Karenanya regenerasi koperasi ini perlu menjadi perhatian khusus. Nantinya, tandas Selly, dalam RAT tahun 2017 peserta diarahkan merubah mindset ke arag pentingnya regenerasi koperasi.

Selly menegaskan, koperasi terus didorong untuk berinovasi. Sehingga eksistensi koperasi bisa dirasakan. Dia mendorong koperasi menjadi wadah UMKM. Soko gurunya perekonomian koperasi dan pahlawan ekonomi kerakyatannya adalah UMKM. a�?Koperasi tanpa UMKM tidak bisa jalan. Jadi keduanya saling bersinergi,a�? tuturnya.

UMKM di NTB saat ini dikatakan sedang menggeliat. Sehingga menjadi incaran termasuk oleh sejumlah BUMN di NTB. Di mana BUMN menawarkan PKBL-nya untuk UMKM di NTB.

a�?Ada beberapa kesulitan, sehingga dinas sering kali mengalihkan UMKM ke PKBL untuk membantu permodalan. PKBL ini sejenis CSR yang dikelola langsung oleh seluruh BUMN yang ada. Bedanya CSR hanya bisa disalurkan di lingkungan sekitarnya saja, sedangkan PKBL dampaknya bisa lebih luas,a�? paparnya.

Di sisi lain Selly mendorong perlunya mendorong pengembangan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Keberadaan BLUD ini dipandang sangat penting untuk membantu koperasi.

Dia menilai, kendala yang dihadapi koperasi selama ini adalah minimnya akses pemodalan. Banyak perbankan yang lebih memilih menyalurkan kredit ke UMKM ketimbang koperasi. Akibatnya, untuk mendapatkan modal koperasi mengandalkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Koperasi.

a�?Sebenarnya daerah itu boleh membuat BLUD sedangkan NTB punya pusat layanan usaha terpadu (PLUT). PLUT ini bisa dibuat mandiri menjadi BLUD,a�? katanya.

Dijelaskan penyertaan modal BLUD berasal dari provinsi dalam bentuk dana bergulir. Dana yang kembali nantinya bisa digunakan untuk penyertaan modal. Namun masih membutuhkan regulasi berupa perda. Hingga kini NTB masih belum memiliki BLUD.

a�?Daerah yang sudah punya BLUD yaitu Yogyakarta dan Lampung. Karenanya mari kita buat Perda BLUD,a�? ajaknya.

Selama ini kajian mengenai BLUD sudah ada dan tinggal ditindaklanjuti dengan perda. Perda ini diperlukan karena sebuah koperasi yang mengajukan pinjaman ke LPDB membutuhkan realisasi lebih dari tiga tahun. Dengan ada BLUD, UMKM akan merasa aman di koperasi. Melalui BLUD penyaluran dana ke koperasi ini lebih cepat diterima dan bisa langsung disalurkan ke koperasi.

a�?Sehingga BLUD bisa menyalurkan dana bergulir karena dengan dana bergulir koperasi, UMKM bisa naik kelas,a�? tambahnya.

Akademisi Unram Dr Hj Zainuri menjelaskan, UMKM di NTB saat ini mulai menggeliat. Pasalnya, NTB memiliki banyak potensi lokal yang bisa diangkat dan menjadi bisnis yang dapat dikembangkan.

Diakui saat ini UMKM lokal belum bisa bersaing dengan pasar modern. Penyebabnya, salah satunya akibat kualitas produk UKM yang belum bisa bersaing serta SDM pengelola yang belum optimal.

a�?Selain itu, banyak UMKM tidak bisa berkembangkarena kurangnya modal. Modal ini memang perlu didukung,a�? ujarnya.

Sementara itu dalam dialog interaktif, salah satu penelpon Ela menanyakan upaya Dinas Koperasi mengatasi koperasi yang nakal dan membuat resah masyarakat.

Selly menjawab koperasi nakal dikarenakan yang mengelola salah. Koperasi tidak salah karena itu merupakan lembaga.

a�?Akan ada tiga ratus lebih koperasi dibubarkan karena pengurusnya nakal,a�? tandasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka