Ketik disini

Bima - Dompu

Demo Pembunuhan Boman Berakhir Ricuh

Bagikan

KOTA BIMA – Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Supremasi Hukum di depan Mapolres Bima Kota berakhir ricuh. Demonstran dan pihak kepolisian terlibat aski saling dorong. Pada aksi tersebut, demonstran mempertanyakan perkembangan penanganan kasus pembunuhan Sudarmasin alias Boman.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), aksi demonstrasi depan Mapolres Bima Kota,A� dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Seperti biasa, aksi tersebut dijaga oleh aparat kepolisian. Setelah berorasi hampir setengah jam lamanya, demonstran dan aparat kepolisian terlibat bentrok.

Aksi saling dorong tak terhindarkan. Namun pada aksi tersebut, tidak ada demonstran yang diamankan. Kemudian perwakilan dari demonstran ditemui oleh Waka Polres Bima Kota Kompol Made Wiranata. Waka Polres menjelaskan, berkas pembunuhan Boman sudah dirampungkan dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Bahkan sebelumnya, untuk kasus pembunuhan Boman sudah dilakukan rekonstruksi atau reka ulang. Untuk melengkapi berkas, sesuai dengan petunjuk jaksa.

“Berkasnya sudah dirampungkan sesuai dengan petunjuk jaksa,” jelasnya.

Setelah bertemu dengan Waka Polres, demonstran melanjutkan aksi mereka depan kantor Kejari Bima. Rustam orator pada aksi tersebut mempertanyakan alasan kejaksaan belum menerbitkan P21 atas kasus tersebut. Jika dianggap saksi masih kurang, pihak keluarga bersedia menghadirkan saksi. Agar berkas tersebut cepat di P21 dan tersangka segera disidangkan.

“Ada apa dengan berkas kasus saudara kami Boman. Kenapa berkasnya dipimpong dari penyidik ke jaksa,” teriaknya.

Namun aksi mereka di depan kejaksaan tidak mendapat respons. Jaksa yang diharapkan menemui mereka justru tidak ada di tempat.

Sudarmasin alias Boman dibunuh 8 Agustus 2016. Korban mengalami 13 luka bacokan. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi. Satu minggu kemudian, polisi menetapkan AM sebagai tersangka pelaku pembunuhan itu.A� (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka