Ketik disini

Giri Menang

Lobar Surplus Rp 7 M

Bagikan

GIRI MENANGA�– Kabupaten Lombok Barat (Lobar) surplus sebesar Rp 7,950 miliar lebih di tahun 2017 mendatang. Ini karena jumlah belanja daerah hanya sekitar Rp 1,590 triliun. Lebih sedikit dari RAPBD yang mencapai Rp 1,598 triliun lebih.

“Nantinya surplus anggaran ini akan digunakan untuk menutupi pembiayaan yang mengalami defisit,” terang Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim.

Meski surplus, Sulhan mengungkapkan jika sebenarnya APBD Lobar 2017 lebih rendah dari tahun lalu. Salah satu faktornya adalah sumber pendapatan asli daerah (PAD) sejauh ini yang belum tergarap maksimal. Seperti pajak hiburan dan penerangan jalan.

“Potensi PAD kita sangat besar, tapi belum maksimal,” ujarnya.

Adapun prioritas alokasi anggaran di 2017 dipastikan ketua Badan Anggaran DPRD Lobar ini tetap pada tiga sektor. Yakni kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Lobar sejauh ini masih mencatat angka kemiskinan cukup tinggi. Yakni sebesar 17,11 persen.

Masih tingginya angka kemiskinan di Lobar disebabkan karena jumlah warga yang tidak tamat SD masih banyak. Yakni, mencapai 291.235 orang.

Sementara Bupati H Fauzan Khalid menyampaikan penyusunan APBD tetap mengacu pada norma dan prinsip anggaran. Yaitu partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas anggaran, disiplin anggaran, keadilan anggaran, efisiensi, dan efektivitas anggaran.

“Semua itu dilandasi oleh semangat taat azas,” ujar bupati saat menyampaikan laporan nota keuangan dan RAPBD, Rabu (27/11) kemarin.

Bupati berharap ke depan kerjasama antara pemerintah daerah dengan DPRD dapat terus dibina. Sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat Lobar yang unggul, mandiri, sejahtera, dan bermartabat berlandaskan nilai Patut, Patuh, Patju bisa tercapai. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka